Pemerintah Buka Kran Impor Sapi Hidup demi Stabilitas Pangan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional, pemerintah merencanakan perubahan skema impor dengan memprioritaskan sapi hidup dibandingkan daging beku. Strategi ini diambil untuk mendorong hilirisasi di sektor peternaka…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional, pemerintah merencanakan perubahan skema impor dengan memprioritaskan sapi hidup dibandingkan daging beku.
Strategi ini diambil untuk mendorong hilirisasi di sektor peternakan dalam negeri sekaligus menstabilkan harga daging yang sering bergejolak di pasar tradisional.
Menteri Koordinator Bidang Pangan menjelaskan bahwa mengimpor sapi hidup memberikan efek ekonomi yang lebih luas bagi peternak lokal, dilansir pada 30 Desember 2025.
Melalui program penggemukan (fattening), akan tercipta lapangan pekerjaan baru serta meningkatkan penyerapan pakan dari petani lokal. Hal ini dinilai lebih menguntungkan daripada sekadar mengimpor daging olahan dari luar negeri.
Ke depannya, Perum Bulog akan memegang kendali penuh dalam distribusi daging beku untuk mencegah monopoli pasar.
Mengingat 40 persen kebutuhan daging nasional masih bergantung pada pasokan asing, penambahan populasi sapi melalui impor hidup diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar Indonesia perlahan bisa mencapai kemandirian protein hewani.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.