Pemerintah Kurangi Impor Daging Kerbau 50% untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengumumkan rencana pengurangan impor daging kerbau hingga 50% sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional. Kebijakan i…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengumumkan rencana pengurangan impor daging kerbau hingga 50% sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kebijakan ini dilatarbelakangi rendahnya realisasi impor daging kerbau yang hanya mencapai setengah dari kuota awal dan upaya meningkatkan pangsa produksi sapi bakalan dalam negeri.
Langkah ini bukan semata menekan volume impor, melainkan memberikan insentif bagi program penggemukan sapi lokal.
Dengan menurunkan kuota impor dari 200.000 ton menjadi 100.000 ton, pemerintah berharap peternak setempat terdorong meningkatkan kapasitas dan kualitas sapi bakalan.
Pada kesempatan rapat koordinasi neraca komoditas di Kemenko Pangan, Zulhas menegaskan bahwa pengurangan kuota impor sejalan dengan rencana pembebasan impor sapi hidup untuk penggemukan.
Hal ini diharapkan memacu peternak lokal untuk melakukan pembesaran sapi bakalan secara lebih optimal, sekaligus menekan biaya produksi dan memperbaiki rantai pasok daging nasional.
Zulhas berpendapat, apabila impor daging beku dan penggemukan sapi lokal dijalankan bersamaan tanpa kontrol, peternak dalam negeri akan dirugikan.
Oleh karena itu, membatasi impor daging kerbau menjadi langkah strategis untuk menjaga ekosistem peternakan lokal agar tetap berkelanjutan.
Sebagai dukungan lebih lanjut, pemerintah mencanangkan penambahan 180.000 ekor sapi bakalan.
Inisiatif ini diharapkan dapat mendongkrak produksi daging domestik secara signifikan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar internasional.
Ke depan, keberhasilan program ini akan menghadirkan stabilitas harga daging dan memperkuat ketahanan pangan Tanah Air.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.