Fakta Nasional

Pemerintahan Prabowo-Gibran Didorong Ciptakan Lapangan Kerja Terintegrasi dengan Pendidikan Vokasi

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka berharap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dapat menciptakan lapangan kerja yang terintegrasi dengan sistem pendidikan vokasi di Indonesia. Harapannya, pendidikan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 09 October 2024 📖 1 menit
Pemerintahan Prabowo-Gibran Didorong Ciptakan Lapangan Kerja Terintegrasi dengan Pendidikan Vokasi
Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka/eMedia DPR.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka berharap pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dapat menciptakan lapangan kerja yang terintegrasi dengan sistem pendidikan vokasi di Indonesia.

Harapannya, pendidikan vokasi yang ditempuh oleh rakyat Indonesia dapat linear sekaligus terserap dengan kebutuhan industri.

Hal tersebut disampaikannya guna menanggapi isu peningkatan pengangguran di Indonesia melalui rilis media yang dikutip faktanasional.net, di Jakarta, Selasa (8/10/2024). Ia menegaskan seluruh elemen pemerintah untuk berbenah diri.

“Nah, intinya dari semua itu, harapan ke depan adalah betul-betul ada fokus penciptaan lapangan kerja yang terintegrasi dengan sistem pendidikan. Jadi, orang sekolah itu sudah bisa jelas nanti kerjanya di mana, karena itu dimulai dari SMA,” terang Anggota Komisi VI DPR RI 2019-2024 ini.

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu pun menyatakan bahwa dirinya akan mengawal sejumlah program beserta permasalahan yang belum terselesaikan oleh pemerintahan saat ini.

Dua masalah tersebut di antaranya adalah badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang cukup besar di tahun 2024 dan polemik generasi Z yang kesulitan mencari pekerjaan.

Berdasarkan data dari kementrian tenaga pada periode Januari-Juni 2024 terdapat 32.064 orang tenaga kerja yang ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Provinsi DKI Jakarta yaitu sekitar 23,29 persen dari jumlah tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan.

Menutup pernyataannya, Rieke mengingatkan pemerintah harus memastikan pendidikan vokasi serta keberadaan politeknik di Indonesia selalu berupaya meningkatkan kompetensi.

“Sebab, aspek ini menjadi salah satu faktor penentu agar pendidikan vokasi bisa terintegrasi dengan kebutuhan industri,” pungkas Rieke.[dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK