Pemulihan Fasilitas Kesehatan Aceh Pasca-Bencana: Prioritas Pasien Gagal Ginjal dan Ibu Hamil
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh telah meninggalkan duka mendalam dengan data sementara mencatat 391 korban meninggal dan puluhan fasilitas kesehatan yang terdampak. Sebanyak 28 puskesmas mengalami kerusakan bera…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Bencana banjir dan tanah longsor di Aceh telah meninggalkan duka mendalam dengan data sementara mencatat 391 korban meninggal dan puluhan fasilitas kesehatan yang terdampak. Sebanyak 28 puskesmas mengalami kerusakan berat, yang sempat menghentikan layanan medis di sejumlah daerah. Di tengah situasi krisis ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berupaya keras memastikan pelayanan kesehatan kembali pulih dan beroperasi.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, melaporkan bahwa fasilitas kesehatan di 16 kabupaten dan kota sudah mulai beroperasi kembali. Meskipun demikian, masih ada dua rumah sakit di Aceh Utara dan Aceh Tamiang yang belum pulih sepenuhnya akibat kendala akses jalan, yang menghambat pergerakan logistik dan teknisi, 11 Desember 2025.
Kendala Listrik dan Logistik yang Mendesak
Persoalan utama yang dihadapi di wilayah yang belum pulih total adalah ketersediaan BBM dan listrik yang stabil. Listrik yang konsisten adalah syarat mutlak agar layanan kesehatan bisa berjalan 24 jam. Kemenkes berkolaborasi dengan TNI untuk mendistribusikan bantuan genset dan menargetkan penyambungan listrik darurat selesai dalam waktu dekat, memastikan rumah sakit dapat beroperasi penuh, terutama pada malam hari.
Menyelamatkan Kasus Medis Kritis
Selain pemulihan infrastruktur, Kemenkes memberikan perhatian khusus pada kasus-kasus medis yang paling terdampak, yaitu pasien gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah dan ibu hamil yang berisiko terlambat persalinan. Kematian kedua pasca-bencana umumnya disebabkan oleh penyakit-penyakit yang membutuhkan penanganan segera. Pemerintah memastikan penggantian alat kesehatan yang rusak akan dilakukan tanpa menunggu, sambil mengupayakan dukungan dasar bagi keluarga tenaga kesehatan agar mereka dapat bertugas dengan tenang.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.