Fakta Nasional

Penambahan Dermaga dan Kapal Berukuran Besar Diharapkan Mampu Kurangi Penumpukan Penumpang di Merak

CILEGON, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi V DPR RI meminta PT ASDP Indonesia Ferry melakukan langkah antisipasi terhadap masalah penumpukan penumpang yang biasa terjadi pada H-3 sebelum hari keberangkatan mudik lebaran 2025. Hal tersebut mereka sa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 14 March 2025 📖 2 menit
Penambahan Dermaga dan Kapal Berukuran Besar Diharapkan Mampu Kurangi Penumpukan Penumpang di Merak
Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten/net.
) -->

CILEGON, FAKTANASIONAL.NET - Anggota Komisi V DPR RI meminta PT ASDP Indonesia Ferry melakukan langkah antisipasi terhadap masalah penumpukan penumpang yang biasa terjadi pada H-3 sebelum hari keberangkatan mudik lebaran 2025.

Hal tersebut mereka sampaikan saat kunjungan kerja spesifik ke Pelabuhan Merak untuk meninjau kesiapan penyeberangan mudik menjelang libur Lebaran 2025

Dalam kunjungan tersebut, Mori menyoroti beberapa permasalahan utama yang kerap terjadi selama musim mudik, terutama penumpukan penumpang yang biasanya terjadi pada H-3 sebelum hari keberangkatan.

Dari hasil tinjauan dan penjelasan pihak PT ASDP Indonesia Ferry, terungkap akan adanya kemajuan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu perbaikan yang menonjol adalah penambahan dermaga untuk mengantisipasi lonjakan pemudik.

Tahun ini, Pelabuhan Merak akan mengoperasikan tujuh dermaga aktif, ditambah dua dermaga tambahan di sekitar area pelabuhan yang akan difungsikan khusus untuk arus mudik.

"Jika melihat presentasi yang tadi disampaikan, saya secara pribadi optimistis tahun ini akan lebih baik. Penambahan dermaga ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan yang sering terjadi, terutama pada H-3," kata Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi usai kunjungan kerja spesifik tersebut, Kamis (13/3/2025).

Selain itu, sistem penjualan tiket juga mengalami peningkatan signifikan. Menurut Mori, sistem tiket daring yang kini semakin dikenal masyarakat berkontribusi dalam mengurai kepadatan di pelabuhan.

"Tahun-tahun sebelumnya, masih banyak masyarakat yang belum familiar dengan sistem tiket online. Namun, kini mayoritas sudah mulai terbiasa membeli tiket secara daring, sehingga membantu mengurangi penumpukan. Masyarakat pun lebih mengetahui kapan mereka harus menyeberang," jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya, banyak penumpang harus menunggu berjam-jam di pelabuhan atau bahkan terjebak macet hingga jalan tol. Mori berharap, dengan sistem yang lebih terorganisir dan tiket yang sudah dibeli lebih awal, masalah tersebut tidak akan terulang.

"Jika masyarakat sudah mengetahui jadwal keberangkatannya, misalnya hari Kamis pukul tiga sore, mereka bisa merencanakan perjalanan dengan lebih baik, sehingga dapat menghindari antrean panjang atau kemacetan di jalan tol," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Mukhlis Basri. Ia menyoroti potensi kemacetan di penyeberangan Merak-Bakauheni yang kerap terjadi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Menurut Mukhlis, meskipun pemerintah telah berupaya mengurangi kemacetan dengan membuka dua pelabuhan terpisah untuk kendaraan roda dua dan truk, permasalahan masih terjadi pada kendaraan roda empat dan bus.

Apa lagi prediksi kenaikan jumlah pemudik pada tahun ini diperkirakan mencapai 10 persen berdasarkan survei Kementerian Perhubungan

Mukhlis menekankan pentingnya kualitas kapal yang digunakan. "Yang pertama, kapal yang disiapkan harus layak jalan," katanya.

Lebih lanjut, Mukhlis mengusulkan agar PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyiapkan kapal berkapasitas lebih besar, seperti Portlink III yang mampu menampung hingga 350 kendaraan roda empat.

"Jika ada tiga kapal dengan kapasitas besar di penyeberangan ini saat puncak arus mudik Lebaran, kemungkinan tidak akan terjadi penumpukan dan kemacetan penumpang di Merak dan Bakauheni," jelasnya.

Mukhlis berharap langkah-langkah ini dapat membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2025, sehingga perjalanan masyarakat lebih lancar dan aman.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK