Fakta Nasional

Pengamat Bakal Kecele! Menkeu Purbaya Bocorkan Kondisi APBN April 2026 yang Mengejutkan

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengumumkan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 pada hari ini, Selasa (19/5/2026). Sinyal positif ini disampaikan Purbaya menjelang rapat terbatas be…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 19 May 2026 📖 1 menit
Pengamat Bakal Kecele! Menkeu Purbaya Bocorkan Kondisi APBN April 2026 yang Mengejutkan
Kementerian Keuangan memastikan akan memperketat proses audit sebelum mencairkan dana alokasi pengadaan mobil pikap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih guna mengantisipasi potensi kerugian negara. (Dok. Instagram @kemenkeuri)

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengumumkan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) hingga April 2026 pada hari ini, Selasa (19/5/2026).

Sinyal positif ini disampaikan Purbaya menjelang rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026). Ia mengklaim performa kas negara kali ini bakal mematahkan proyeksi minor para analis.

Publik menanti rilis dokumen "APBN Kita" ini karena rapor kuartal sebelumnya sempat memicu kekhawatiran.

Hingga akhir Maret 2026, APBN mencatatkan defisit sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0,93 persen dari PDB. Angka tersebut membengkak 140,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya menyentuh Rp 99,8 triliun.

Defisit triwulan pertama ini bahkan telah menghabiskan 34,8 persen dari total target tahunan sebesar Rp 689,1 triliun. Namun, Purbaya meminta masyarakat tidak panik karena fondasi fiskal Indonesia saat ini dinilai sangat kokoh dan melampaui ekspektasi.

Jika menilik data Maret 2026, pendapatan negara sebenarnya tumbuh 10,5 persen (yoy) mencapai Rp 574,9 triliun. Sektor perpajakan menjadi motor utama dengan setoran Rp 462,7 triliun, melonjak 14,3 persen. Di dalamnya, penerimaan pajak murni menyumbang Rp 394,8 triliun.

Sebaliknya, kepabeanan dan cukai masih terkontraksi 12,6 persen menjadi Rp 67,9 triliun, sementara PNBP turun tipis 3 persen ke angka Rp 112,1 triliun.

Di sisi lain, belanja negara melonjak drastis hingga 31,4 persen (yoy) dengan realisasi Rp 815,0 triliun.

Akselerasi ini dipicu oleh belanja pemerintah pusat yang menyerap Rp 610,3 triliun atau tumbuh agresif 47,7 persen. Sementara itu, pos Transfer ke Daerah (TKD) sedikit melambat dengan koreksi 1,1 persen ke angka Rp 204,8 triliun. Data teranyar April 2026 diprediksi membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK