Fakta Nasional

Pengamat Nilai Gaya Politik Prabowo Mirip Era Resopim Bung Karno, Berpotensi Geser ke Nasakom?

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Gaya pidato dan pendekatan politik Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki kemiripan mencolok dengan Presiden pertama RI, Bung Karno, pada era 1963-1964. Penilaian ini disampaikan oleh Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokar…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 05 November 2025 📖 1 menit
Pengamat Nilai Gaya Politik Prabowo Mirip Era Resopim Bung Karno, Berpotensi Geser ke Nasakom?
Prabowo Apresiasi Peran AS Damaikan Thailand-Kamboja di KTT ASEAN/(instagram)
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Gaya pidato dan pendekatan politik Presiden Prabowo Subianto dinilai memiliki kemiripan mencolok dengan Presiden pertama RI, Bung Karno, pada era 1963-1964. Penilaian ini disampaikan oleh Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Ustaz Jazir ASP.

Dalam diskusi di kanal Youtube Refly Harun, Ustaz Jazir menyebut bahwa konsep yang diusung Prabowo saat ini mengingatkannya pada konsep "Resopim" (Revolusioner, Sosialisme, dan Demokrasi Terpimpin) ala Bung Karno.

"Ketika itu kalau menyetel RRI menyiarkan konsep Bung Karno yang hari ini sepertinya menjadi nalarnya Prabowo. Yaitu Resopim," kata Ustaz Jazir, dikutip Selasa (4/11/2025).

Interpretasi Demokrasi Terpimpin

Menurut analisis Ustaz Jazir, Presiden Prabowo saat ini sedang menerapkan gaya kepemimpinan yang revolusioner, dengan orientasi sosialisme yang mengedepankan kecintaan pada negara. Namun, sorotan utamanya ada pada aspek "demokrasi terpimpin".

Jazir menginterpretasikan langkah politik Prabowo yang merangkul hampir semua kekuatan politik sebagai bentuk demokrasi terpimpin. "Semua partai ada, tapi harus satu suara. Semua partai boleh ada, tapi satu suara. Semua dirangkul," jelasnya.

Peringatan Pergeseran ke Nasakom

Lebih lanjut, Ustaz Jazir memberikan pandangannya mengenai potensi risiko dari konsolidasi politik penuh ini. Ia khawatir jika seluruh kekuatan politik telah berhasil disatukan dalam satu suara, akan ada satu partai atau kekuatan dominan yang memanfaatkan situasi tersebut.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menggeser lanskap politik dari Resopim menjadi "Nasakom" (Nasionalis, Agama, Komunis). Dalam konteks ini, ia memperingatkan adanya potensi satu kekuatan yang menggunakan konsolidasi itu untuk menyingkirkan lawan-lawan politiknya di kemudian hari.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK