Fakta Nasional

Penganggaran Pengadaaan Pembelian Kendaraan Dinas Badan Penghubung Kalbar di Jakarta Dinilai Janggal

KALBAR, FAKTANASIONAL.NET – Di tengah polemik pengadaan mobil dinas Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) senilai lebih dari Rp15 miliar, kini muncul sorotan baru. Dilansir dari Faktakalbar.id, Selasa (24/6/2025), diberitakan bahwa B…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 24 June 2025 📖 1 menit
Penganggaran Pengadaaan Pembelian Kendaraan Dinas Badan Penghubung Kalbar di Jakarta Dinilai Janggal
Pengadaan kendaraan dinas di Badan Penghubung Daerah Kalbar di Jakarta dinilai jangal/fkb.

KALBAR, FAKTANASIONAL.NET – Di tengah polemik pengadaan mobil dinas Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) senilai lebih dari Rp15 miliar, kini muncul sorotan baru.

Dilansir dari Faktakalbar.id, Selasa (24/6/2025), diberitakan bahwa Badan Penghubung Daerah Kalbar, yang berkantor di Jakarta Selatan, ternyata juga menganggarkan pembelian kendaraan dinas pejabat seharga Rp3,57 miliar.

Keputusan ini menuai pertanyaan besar, mengingat lembaga tersebut sebelumnya telah menerima hibah kendaraan bekas pemakaian gubernur yang masih sangat layak pakai.

Badan Penghubung Kalbar, di bawah pimpinan Abdul Gani, tetap menganggarkan pembelian kendaraan dinas baru meskipun Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan imbauan efisiensi belanja pemerintah.

Pembelian kendaraan dinas ini dinilai sebagai upaya memastikan kenyamanan pejabat Kalbar saat berkunjung atau bertugas di Jakarta.

Faktakalbar.id menemukan bahwa Badan Penghubung sebenarnya telah memiliki kendaraan operasional dari hibah mantan gubernur.

Namun, alih-alih memanfaatkan aset yang sudah ada, lembaga ini justru mengajukan pembelian baru dengan anggaran miliaran rupiah.

Faktakalbar.id telah mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Abdul Gani melalui pesan WhatsApp pada Senin, (23/6/2025). Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan meskipun pesan telah terkirim dan terbaca (centang dua).

Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) Kalbar, M. Rifal, menyayangkan keputusan ini.

“Ini jelas pemborosan APBD. Jika sudah ada kendaraan hibah yang masih layak, mengapa harus beli baru? Ini bertolak belakang dengan semangat efisiensi yang digaungkan pemerintah,” tegas Rifal saat dihubungi Faktakalbar.id.

Ini bukan pertama kalinya pengadaan mobil dinas di Kalbar menuai kontroversi. Sebelumnya, Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar juga ramai dikritik karena mengusulkan pembelian kendaraan dinas senilai Rp15 miliar lebih.

Masyarakat pun mempertanyakan konsistensi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan anggaran, terutama di tengah kebutuhan mendesak seperti pembangunan infrastruktur dan peningkatan fasilitas hingga pelayanan publik.

Terlihat jelas bahwa Pemerintah Daerah Provinsi Kalbar sangat mengutamakan kenyamanan para pejabatnya di tengah himpitan ekonomi yang diderita banyak warga masyarakat.[fkb]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK