Pengangguran Capai 19,31 Juta Orang, Netty: Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Anggota DPR RI, Netty Prasetiyani, mengungkapkan keprihatinannya terhadap angka pengangguran terbuka yang mencapai 19,31 juta orang per Februari 2024. Netty menekankan bahwa kondisi ini dapat berimplikasi serius bagi mas…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET- Anggota DPR RI, Netty Prasetiyani, mengungkapkan keprihatinannya terhadap angka pengangguran terbuka yang mencapai 19,31 juta orang per Februari 2024.
Netty menekankan bahwa kondisi ini dapat berimplikasi serius bagi masyarakat Indonesia.
“Angka pengangguran ini harus menjadi perhatian serius pemerintahan baru dengan menyiapkan langkah antisipasi. Jutaan keluarga di Indonesia akan merasakan dampak yang besar akibat tingginya pengangguran,” ujar Netty Senin (21/10/2024).
Netty menjelaskan bahwa realita ini adalah tantangan besar bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah konkret dalam menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang berkualitas.
“Setiap satu orang yang menganggur tentunya akan membawa dampak turunan berupa problem ekonomi, sosial, atau pendidikan dalam keluarganya. Misalnya, masalah penyediaan makanan bergizi, masalah kesehatan keluarga, hingga memicu timbulnya problem kerukunan rumah tangga,” terangnya.
Ia juga menyoroti bahwa masalah pengangguran, terutama di kalangan lulusan baru dan pekerja muda, menunjukkan ketidaksinkronan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
“Kita harus menguatkan program pelatihan keterampilan, terutama di bidang teknologi dan ekonomi kreatif, di sekolah kejuruan. Selain itu, pemerintah harus berani berinvestasi pada sektor tersebut untuk membuka peluang kerja yang lebih luas dan menjawab tantangan masa depan,” jelasnya.
Netty menekankan pentingnya peningkatan kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan pendidikan tinggi untuk menciptakan ekosistem kerja yang mendukung inovasi dan perkembangan industri.
“Pemerintah perlu mendorong program magang, pelatihan vokasi, dan inkubator bisnis bagi generasi muda, serta mempercepat pembangunan infrastruktur digital untuk membuka akses ekonomi yang lebih luas,” tambahnya.
Netty juga menekankan pentingnya regulasi ketenagakerjaan yang fleksibel namun tetap melindungi hak-hak pekerja. “DPR RI akan terus mengawasi dan mengadvokasi kebijakan yang pro-rakyat, termasuk mempercepat langkah-langkah strategis dalam mengurangi angka pengangguran, memperbaiki kualitas pendidikan, dan mendorong penciptaan lapangan kerja berkualitas di seluruh sektor ekonomi,” katanya. [dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.