Fakta Nasional

Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan di PT Bank BJB yang Diprediksi Akan Meluas

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi dengan menggandeng Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menelusuri dugaan kebocoran anggaran dalam pengadaan iklan PT Bank BJB…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 09 June 2025 📖 1 menit
Pengusutan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan di PT Bank BJB yang Diprediksi Akan Meluas
Bupati Muara Enim Edison berjalan melewati kerumunan awak media saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kavling C1, Kuningan, Jakarta Selatan./fkn

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas korupsi dengan menggandeng Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menelusuri dugaan kebocoran anggaran dalam pengadaan iklan PT Bank BJB.

Langkah strategis ini dinilai akan memperkuat bukti dan mempercepat proses audit, sehingga ruang gerak para tersangka semakin terbatas.

Dalam pernyataannya pada Senin, 9 Juni 2025, Plh. Direktur Penyidikan KPK Budi Sokmo Wibowo menegaskan bahwa kerja sama ini tak hanya berhenti pada pengusutan iklan, melainkan mencakup seluruh aktivitas pajak corporate BJB. “Audit masih berlangsung, dan kami siap menyerahkan barang bukti hasil penyitaan untuk menunjang pemeriksaan,” ujar Budi.

Proses audit diperkirakan rampung dalam waktu satu bulan sejak pekan lalu.

Sebagai bagian dari strategi penyidikan, KPK telah melakukan penyitaan dokumen di beberapa lokasi, termasuk rumah mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Kantor BJB Bandung.

Langkah ini untuk mempermudah DJP menelusuri aliran dana dan potensi kerugian negara yang mencapai Rp222 miliar akibat selisih pembayaran iklan senilai Rp409 miliar pada periode 2021–2023.

Dengan menetapkan lima tersangka, termasuk eks Dirut BJB Yuddy Renaldi dan pengendali beberapa agensi periklanan, KPK ingin memastikan tidak ada celah bagi oknum yang ingin mempermainkan anggaran negara.

Keenam perusahaan agensi yang disorot antara lain PT CKMB, PT CKSB, PT AM, PT CKM, PT BSCA, dan PT WSBE dengan nilai proyek masing-masing antara Rp33 miliar hingga Rp105 miliar.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK