Penurunan Drastis Harga Emas Batangan Antam pada 13 Mei 2025
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada perdagangan Selasa, 13 Mei 2025, Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam kembali mencatat koreksi signifikan. Dari posisi Rp 1.905.000 per gram kemarin, harga emas Antam hari ini anjlok sebesar Rp…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Pada perdagangan Selasa, 13 Mei 2025, Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam kembali mencatat koreksi signifikan.
Dari posisi Rp 1.905.000 per gram kemarin, harga emas Antam hari ini anjlok sebesar Rp 21.000 menjadi Rp 1.884.000 per gram.
Sementara itu, harga buyback (tukar tambah) juga turun Rp 22.000 menjadi Rp 1.732.000 per gram. Penurunan kali ini cukup menarik perhatian, karena biasanya momen harga turun justru memicu aksi “borong” masyarakat demi meraih keuntungan ketika harga kembali melonjak.
Beberapa faktor global dan domestik menyumbang penurunan harga emas Antam hari ini:
Menguatnya dolar AS di tengah data ekonomi positif Amerika Serikat, membuat instrumen safe-haven seperti emas terkoreksi.
Kenaikan suku bunga The Fed yang menekan permintaan emas sebagai aset non-yield.
Realisasi laba investor setelah puncak tertinggi pada 22 April 2025 di level Rp 2.039.000 per gram, memicu aksi jual untuk merealisasikan keuntungan.
Sejarah menunjukkan bahwa koreksi harga emas tidak berlangsung lama.
Dalam setahun terakhir, harga emas Antam cenderung mengalami tren naik jangka panjang, terutama saat kondisi ekonomi global tidak menentu. Berikut beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan:
Dollar Cost Averaging (DCA): Menginvestasikan dana secara berkala pada level harga turun, mengurangi risiko average cost yang terlalu tinggi.
Diversifikasi Portofolio: Menyeimbangkan antara emas, obligasi, dan saham untuk memitigasi volatilitas.
Momen Buyback: Memanfaatkan program tukar tambah Antam untuk mendapatkan harga jual kembali yang kompetitif ketika harga emas kembali naik.
Dengan harga emas Antam hari ini yang lebih “terjangkau”, investor pemula maupun berpengalaman bisa memanfaatkan momentum untuk menambah porsi emas di portofolio. Namun, tetap perhatikan risiko dan tujuan keuangan jangka panjang Anda.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.