Fakta Nasional

Penurunan Harga Minyak Kelapa Sawit Berlanjut

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) terus melemah sepanjang pekan terakhir, mencatat koreksi panjang yang dipicu kombinasi tekanan pasar minyak nabati global, penguatan mata uang ringgit, serta sentimen tarif Amerika…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 23 April 2025 📖 1 menit
Penurunan Harga Minyak Kelapa Sawit Berlanjut
Kelapa Sawit/(pixabay)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) terus melemah sepanjang pekan terakhir, mencatat koreksi panjang yang dipicu kombinasi tekanan pasar minyak nabati global, penguatan mata uang ringgit, serta sentimen tarif Amerika Serikat (AS).

Menurut data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Senin (21/4/2025), kontrak CPO Juli di Bursa Malaysia Derivatives anjlok 1,16% ke RM 3.929 per ton, menjadi penurunan keenam beruntun sejak pekan lalu.

Anjloknya harga minyak kedelai di Dalian dan Chicago Board of Trade masing‑masing turun 0,41% dan 0,12% memudarkan insentif beli pada minyak nabati, sehingga CPO sebagai substitusi ikut terseret.

Selain itu, penguatan ringgit Malaysia terhadap dolar AS sebesar 0,54% dalam sehari membuat harga CPO relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga daya saing ekspor CPO menipis.

Trader Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, menyoroti penguatan ringgit dan kebijakan tarif AS sebagai kunci pelemahan.

Meski volume ekspor tetap tumbuh—Data Intertek Testing Services mencatat kenaikan 11,9% ekspor produk kelapa sawit Malaysia pada 1–20 April 2025—pelaku pasar menilai lonjakan ini lebih bersifat opportunistic daripada indikasi permintaan kuat jangka panjang.

Menurut analisis teknikal Reuters, CPO kini berada di bawah level proyeksi 200% di MYR 3.875, dengan support kritis di MYR 3.793 dan resistance baru di MYR 3.929.

Analis Reuters, Wang Tao, memproyeksikan harga dapat menurun hingga kisaran MYR 3.782–3.818 per ton, dan jika tekanan berlanjut, bahkan rentang MYR 3.632–3.725 bisa tercapai.

Sejak puncak RM 4.517 (2 April 2025), harga CPO telah merosot hampir 10%, atau lebih dari MYR 600 per ton dalam tiga minggu terakhir.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati rilis proyeksi ekspor dari AmSpec Agri Malaysia serta arah kebijakan perdagangan AS dan fluktuasi ringgit untuk menentukan strategi hedging dan pembelian CPO.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK