Perburuan Safe House Pejabat Bea Cukai: KPK Telusuri Bunker Uang Panas
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Keberhasilan KPK membongkar gudang penyimpanan uang rahasia atau safe house milik oknum pejabat Bea Cukai menjadi titik balik penting dalam kasus suap importasi. Penemuan lima koper berisi uang tunai senilai Rp5 miliar d…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Keberhasilan KPK membongkar gudang penyimpanan uang rahasia atau safe house milik oknum pejabat Bea Cukai menjadi titik balik penting dalam kasus suap importasi.
Penemuan lima koper berisi uang tunai senilai Rp5 miliar di sebuah lokasi di Ciputat memicu kecurigaan bahwa masih ada lokasi persembunyian lain yang digunakan untuk menyamarkan harta hasil korupsi, dilansir pada 22 Februari 2026.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa penggunaan apartemen dan rumah kontrakan sebagai tempat penyimpanan uang tunai menjadi pola yang jamak dilakukan dalam kasus ini.
Tim penyidik kini sedang melakukan pemetaan terhadap aset-aset yang tidak dilaporkan oleh para tersangka.
Penelusuran ini mencakup penggunaan identitas pihak ketiga untuk menyewa properti yang berfungsi sebagai bunker penyimpanan mata uang asing, logam mulia, hingga barang mewah.
Kasus ini bermula dari "permainan" aturan pemeriksaan barang impor sejak Oktober 2025. Para tersangka diduga sengaja memanipulasi kategori jalur pemeriksaan untuk memuluskan masuknya barang-barang tanpa pengecekan fisik.
Sebagai imbalannya, oknum pejabat di Direktorat Penindakan dan Penyidikan (P2) menerima setoran rutin bulanan.
Hingga saat ini, total barang bukti yang berhasil diamankan dari berbagai lokasi penggeledahan telah mencapai Rp40,5 miliar, yang menjadi bukti nyata masifnya kebocoran di sektor kepabeanan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.