Fakta Nasional

Perkara Korupsi di Golkar, Nusron Wahid Beda Dibanding yang Sebelum-sebelumnya

FAKTANASIONAL.NET - Tiba-tiba saja, Partai Golkar menyampaikan bahwa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sudah mundur dari kepengurusan Partai Golkar. Bahkan, bukan baru saat ini saja, karena heboh OTT KPK di lingkungan Kementerian ATR/BPN, tapi sudah enam…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 21 September 2026 📖 1 menit
Perkara Korupsi di Golkar, Nusron Wahid Beda Dibanding yang Sebelum-sebelumnya
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Tiba-tiba saja, Partai Golkar menyampaikan bahwa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid sudah mundur dari kepengurusan Partai Golkar. Bahkan, bukan baru saat ini saja, karena heboh OTT KPK di lingkungan Kementerian ATR/BPN, tapi sudah enam bulan lalu.

Artinya, kalau tak ada heboh di Kementerian ATR/BPN, mungkin saja publik tidak tahu bahwa Nusron Wahid, ternyata sudah mundur dari Partai Golkar. "Mundur sebagai pengurus, bukan mundur dari Golkar, "tegas Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia.

Pengurus Golkar dan korupsi itu sebetulnya bukan berita baru. Bahkan, Ketua Umumnya, Setya Novanto, pernah berurusan dengan KPK dan terbukti korupsi. Divonis 12,5 tahun penjara pula. Dan Fahd Arafiq sudah hattrick sebagai koruptor dan tetap saja nongkrong sebagai pengurus inti di Partai Golkar.

Memang, tak enak juga kalau unsur orang partainya sama-sama dari Golkar. Korupsi pertama Fahd Arafiq bersama Wa Ode Nurhayati dari PAN. Korupsi kedua di Kementerian Agama, yang menterinya saat itu, Suryadharma Ali, dari PPP. Kalau saat ini sampai sesama Golkar, alangkah jeleknya Golkar?

Biasanya partai dijadikan sebagai bumper, kalau ada orang partai yang terindikasi korupsi. Kali ini agak aneh juga dalam kasus Nusron Wahid. Justru bumper partai dilepas. Padahal, Nusron belum berstatus apa-apa. Saksi pun belum dipanggil. Jejak sudah dihapus. Fahd Arafiq kok tidak?

KPK memang sudah mengumumkan bahwa 4 dari 8 orang tersangka dikatakannya sebagai orang kepercayaan Nusron Wahid. Bahkan, mungkin 5 orang dengan Dirjennya. Tapi KPK belum menetapkan status Nusron sebagai apa pun dalam kasus ini.

Ini juga yang menjadi pertanyaan Ahmad Doli Kurnia. Tersangka yang dilabeli orang kepercayaan Nusron Wahid itu apa maksud? Nusron terlibat atau tidak, seharusnya segera diberikan kepastian oleh KPK. Terlibat ya terlibat, tidak terlibat ya tidak terlibat.

Tapi, Nusron Wahid bumpernya banyak. Tak hanya partai, tapi juga ada ormas terbesar di Indonesia. Belum lagi Sekretaris Pemenang Prabowo-Gibran. Dan mendukung Jokowi sudah sejak Pilpres 2014. Jadi memang tidak mudah. (ERIZAL)

Sumber: FB @erizal


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK