Perkuat Mitigasi Krisis, BNPB Gembleng 68 Kepala BPBD se-Indonesia dalam SDMT 2026
FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi membuka kembali gelombang ketiga Senior Disaster Management Training (SDMT) bagi para pimpinan daerah. Mengutip siaran pers resmi BNPB pada 5 Mei 2026, agenda strategis in…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi membuka kembali gelombang ketiga Senior Disaster Management Training (SDMT) bagi para pimpinan daerah.
Mengutip siaran pers resmi BNPB pada 5 Mei 2026, agenda strategis ini diikuti oleh 68 Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD tingkat provinsi hingga kabupaten/kota guna mematangkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana di tanah air.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menegaskan bahwa jabatan bukan merupakan penghalang bagi seorang pimpinan untuk terjun langsung ke lapangan.
Berkaca pada penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatra Utara, hingga Sumatra Barat, ia mengingatkan pentingnya kehadiran otoritas di lokasi terdampak.
[caption id="attachment_51473" align="alignnone" width="2560"]
Perkuat Mitigasi Krisis, BNPB Gembleng 68 Kepala BPBD se-Indonesia dalam SDMT 2026/(Foto: BNPB)[/caption]
"Pejabat harus berada di garda terdepan untuk mendampingi masyarakat dan pemerintah daerah saat krisis terjadi," tegasnya di Pusdiklat PB, Kabupaten Bogor, Senin (4/5).
Selama 12 hari ke depan, terhitung sejak 4 hingga 16 Mei 2026, para pimpinan BPBD ini akan dibekali kurikulum intensif yang memadukan teori dan praktik.
Materi yang diberikan mencakup sistem penanggulangan bencana modern, kepemimpinan saat krisis, manajemen logistik dan peralatan, hingga simulasi gladi posko.
Program ini dirancang agar para Kalaksa mampu mengambil keputusan strategis yang cepat dan akurat di tengah situasi darurat yang kompleks.
Peningkatan kapasitas ini disambut positif oleh para peserta. Novendra Kasmara, Kalaksa BPBD Kabupaten Siak, menyatakan bahwa SDMT menjadi momentum krusial untuk menyusun perencanaan penanganan yang lebih efektif.
Senada dengan itu, Dwi Berta Meiliana selaku Kalaksa BPBD Kabupaten Bengkayang berharap ilmu yang didapat mampu meningkatkan standar pelayanan publik di daerahnya agar lebih tepat sasaran.
Melalui pelatihan yang telah diinisiasi sejak 2024 ini, BNPB berharap tercipta penguatan koordinasi lintas lembaga yang lebih solid.
Sinergi antara pusat dan daerah diharapkan menjadi kunci utama dalam melindungi warga serta meminimalisir dampak risiko bencana di masa depan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.