Fakta Nasional

Perkuat Sinergi di Bandung, BPKH dan Bank Muamalat Genjot Segmen Ritel serta Digitalisasi Haji

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Forum bersama ini bertujuan untuk membangun kolaborasi strategis sekaligus men…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 20 July 2026 📖 2 menit
Perkuat Sinergi di Bandung, BPKH dan Bank Muamalat Genjot Segmen Ritel serta Digitalisasi Haji
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pembiayaan ritel dan digitalisasi ekosistem haji nasional./Dok. Humas BPKH
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).

Forum bersama ini bertujuan untuk membangun kolaborasi strategis sekaligus mengevaluasi kinerja bisnis di enam kota besar di Indonesia.

Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menjelaskan bahwa Bandung menjadi kota ketiga dalam rangkaian safari bisnis ini setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Jakarta dan Surabaya.

“Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, dan Medan,” kata Imam dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (19/7/2026).

Imam menambahkan, forum yang mengumpulkan para pimpinan dan tim penjualan kantor wilayah serta cabang ini menjadi sarana penyampaian strategi dan arah manajemen.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak kemampuan tim dalam memetakan potensi pertumbuhan regional.

Baca Juga: Pasar Keuangan Volatil, Kemenkeu Sebut ORI030 Jadi Pilihan Investasi Aman dan Menarik

“Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak,” ujarnya.

Fokus pada Pertumbuhan Ritel dan Sektor SME

Menghadapi tantangan ekonomi, pionir bank syariah di Indonesia ini memilih fokus pada segmen ritel—baik consumer maupun Small Medium Enterprise (SME)—yang dinilai lebih tangguh, dengan tetap menjaga pertumbuhan segmen korporasi yang sehat.

Strategi ini terbukti memberikan hasil positif pada kuartal pertama tahun ini. Produk pembiayaan Solusi Emas Hijrah di sektor consumer mencatat lonjakan nilai portofolio hingga mencapai Rp1,7 triliun per akhir Maret 2026.

Pertumbuhan ini juga diikuti dengan lonjakan jumlah rekening nasabah yang meningkat tajam sebesar 274 persen secara tahunan.

Tren positif serupa terjadi pada sektor SME. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME Bank Muamalat telah menembus angka Rp3,1 triliun, atau tumbuh 33 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” jelas Imam.

Digitalisasi Ekosistem Haji dan Kerja Sama Kustodian

Lebih lanjut, Bank Muamalat dan BPKH berkomitmen memanfaatkan ekosistem haji dan umrah yang besar untuk memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia sebagai pengganti uang tunai (cash), demi mendukung digitalisasi dan kenyamanan jemaah di Tanah Suci.

“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Di mana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen di mana pun," beber Imam.

Saat ini, akses pendaftaran haji telah dipermudah melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN, jaringan kantor cabang, hingga kolaborasi dengan PT Pos Indonesia.

Aplikasi Muamalat DIN juga telah dilengkapi fitur Bank Haji untuk memfasilitasi pendaftaran, pelunasan, hingga pengecekan nilai manfaat haji.

Selain penguatan layanan digital dan rencana penyelenggaraan joint event berkala, BPKH kini telah resmi menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodian.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” pungkas Imam.

Baca Juga: Pangkas Jadi 250 BUMN, Presiden Indonesia Prabowo Subianto: Agar Efisien dan Tidak Bebani Keuangan Negara


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK