Fakta Nasional

Pernyataan Nyeleneh Lima Gubernur Kalimantan soal Karhutla

FAKTANASIONAL.NET - Pernyataan lima gubernur di Kalimantan menjadi perhatian publik di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih berdampak pada masyarakat. Respons para kepala daerah tersebut menuai kritik kar…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 14 October 2026 📖 2 menit
Pernyataan Nyeleneh Lima Gubernur Kalimantan soal Karhutla
Pernyataan Nyeleneh Lima Gubernur soal Karhutla/Instagram
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Pernyataan lima gubernur di Kalimantan menjadi perhatian publik di tengah persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang masih berdampak pada masyarakat.

Respons para kepala daerah tersebut menuai kritik karena dinilai tidak sejalan dengan situasi yang dihadapi warga di wilayah terdampak.

Kelima gubernur yang menjadi sorotan ialah Rudy Mas'ud dari Kalimantan Timur, Agustiar Sabran dari Kalimantan Tengah, H. Muhidin dari Kalimantan Selatan, Ria Norsan dari Kalimantan Barat, dan Zainal A. Paliwang dari Kalimantan Utara.

Komentar mereka memicu beragam tanggapan, terutama karena masyarakat masih menghadapi ancaman kebakaran dan kabut asap. Sejumlah pernyataan dinilai terlalu ringan, sementara penanganan karhutla membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menyebut kondisi kualitas udara masih dalam keadaan "masih aman terkendali". Pernyataan tersebut menjadi perhatian ketika persoalan kabut asap masih menjadi kekhawatiran masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melontarkan candaan, "Bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi". Ucapan tersebut menuai sorotan karena disampaikan ketika persoalan kebakaran hutan dan lahan masih menjadi perhatian publik.

Di Kalimantan Selatan, Gubernur H. Muhidin menilai kondisi karhutla tidak terlalu parah. Ia mendasarkan penilaiannya pada pengalamannya ketika meninjau lokasi, saat tidak melihat helikopter melakukan penyiraman untuk memadamkan api.

Adapun Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mendapat sorotan setelah menanggapi kritik mahasiswa terhadap penanganan karhutla dengan pertanyaan, "Mahasiswa ada turun? Memadamkan api?"

Pernyataan itu turut memicu perbincangan mengenai respons pemerintah daerah terhadap kritik publik. Perhatian masyarakat tidak hanya tertuju pada upaya pemadaman, tetapi juga pada cara pemimpin daerah menanggapi pertanyaan dan masukan dari berbagai pihak.

Berbeda dari pernyataan sejumlah kepala daerah lainnya, Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang secara terbuka mengakui masih terdapat kekurangan dalam hal peralatan penanganan karhutla.

"Kalau dibilang peralatan, pasti ada kurang. Tetapi dengan kekurangan itu jangan diam. Kita gunakan alat-alat yang kita miliki saja," ujarnya.

Pernyataan tersebut juga menjadi bagian dari perhatian publik terhadap kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pernyataan yang beredar, respons kelima gubernur itu memicu kemarahan warganet. Sebagian menilai komentar yang muncul lebih banyak berisi pembelaan, candaan, atau tanggapan yang kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat.

Di tengah persoalan karhutla dan kabut asap, pernyataan pejabat publik menjadi perhatian karena berkaitan dengan komunikasi pemerintah kepada warga. Situasi tersebut membuat respons para kepala daerah terus diperbincangkan, terutama ketika masyarakat masih merasakan dampak kebakaran di wilayahnya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK