Fakta Nasional

Pertahankan Kredibilitas Publik, Kementan Kembali Sabet Popular Government Institution Award 2026

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) membuktikan konsistensinya dalam mengelola reputasi dan transparansi informasi publik. Lembaga ini kembali dianugerahi penghargaan Popular Government Institution Award 2026 dalam ajang Indonesia P…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 12 August 2026 📖 2 menit
Pertahankan Kredibilitas Publik, Kementan Kembali Sabet Popular Government Institution Award 2026
Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan, Luthful Hakim, saat menerima penghargaan Popular Government Institution Award 2026 dalam ajang Indonesia Public Relations Summit di Jakarta, Rabu (6/8)./Dok. Kementan
) -->

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) membuktikan konsistensinya dalam mengelola reputasi dan transparansi informasi publik.

Lembaga ini kembali dianugerahi penghargaan Popular Government Institution Award 2026 dalam ajang Indonesia Public Relations Summit yang diselenggarakan oleh The Iconomics Media dan Axia Research di Jakarta, Rabu (6/8).

Penghargaan bergengsi ini menjadi capaian kedua bagi Kementan setelah sebelumnya berhasil menyabet apresiasi serupa pada tahun 2025.

Penilaian dilakukan secara obyektif melalui riset independen dan survei kuantitatif daring yang melibatkan sekitar 10.000 responden dari berbagai elemen masyarakat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penghargaan ini adalah pemacu semangat untuk terus memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat.

“Penghargaan ini adalah amanah untuk terus bekerja lebih baik. Kepercayaan publik hanya bisa dijaga dengan hasil yang nyata, pelayanan yang semakin baik, serta penyampaian informasi yang cepat, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami akan terus bekerja keras mengawal swasembada pangan demi kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Mentan Amran dikutip Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Kejar Swasembada Pangan, Kementan dan BRIN Sepakati Sinergi Riset Serta Hilirisasi Pertanian

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementan, Luthful Hakim.

Ia menyebut bahwa meningkatnya kepercayaan masyarakat tidak terlepas dari komitmen kepemimpinan dan integrasi data yang akurat.

“Penghargaan ini merupakan yang kedua kalinya diterima Kementerian Pertanian. Kami bersyukur karena kepercayaan publik terus meningkat. Hal ini tidak lepas dari kepemimpinan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, didukung strategi komunikasi publik yang baik serta penyampaian data dan informasi yang akurat, terbuka, dan cepat kepada masyarakat,” ujar Luthful.

Menurut Luthful, keberhasilan dalam membangun komunikasi publik selaras dengan pencapaian sektor pertanian di lapangan, mulai dari peningkatan produksi, penguatan ketahanan pangan nasional, hingga realisasi program kerja yang menyasar langsung kesejahteraan para petani.

Dari sisi penyelenggara, Direktur Riset The Iconomics Media, Alex Mulya, menjelaskan bahwa penentuan pemenang melewati proses penyaringan yang ketat berdasarkan empat kriteria utama: paparan media (exposure), pengaruh (influence), kreativitas komunikasi (creativity), serta reputasi institusi secara menyeluruh.

“Selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Prosesnya cukup panjang dan para pemenang dipilih bukan hanya oleh redaksi The Iconomics, tetapi juga oleh publik Indonesia melalui survei yang kami lakukan,” ujar Alex.

Raihan ini mempertegas komitmen Kementan untuk terus mengedepankan komunikasi publik yang transparan, kredibel, dan berbasis kinerja nyata, sehingga seluruh kebijakan pembangunan pertanian dapat dirasakan manfaatnya secara mendalam oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Mentan Amran Isyaratkan Copot 14 hingga 20 Pejabat Eselon I Kementan


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK