Fakta Nasional

Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250 Per Liter, Harga BBM di SPBU Swasta Masih Bertahan

FAKTANASIONAL.NET – Perkembangan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanah air tengah menjadi sorotan tajam masyarakat. Hal ini terjadi menyusul langkah PT Pertamina Patra Niaga yang secara resmi menaikkan harga dua produk BBM non-subsidi andalannya,…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 13 June 2026 📖 2 menit
Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250 Per Liter, Harga BBM di SPBU Swasta Masih Bertahan
Per 1 Juli 2026, PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga tiga jenis BBM non-subsidi, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex./Dok. Pertamina

FAKTANASIONAL.NET – Perkembangan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di tanah air tengah menjadi sorotan tajam masyarakat.

Hal ini terjadi menyusul langkah PT Pertamina Patra Niaga yang secara resmi menaikkan harga dua produk BBM non-subsidi andalannya, yakni Pertamax dan Pertamax Green, terhitung mulai Rabu (10/6/2026).

Melalui kebijakan penyesuaian terbaru ini, harga Pertamax (RON 92) mengalami lonjakan signifikan dari semula Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Pada saat yang sama, varian bensin ramah lingkungan Pertamax Green 95 (RON 95) juga terkerek naik dari harga Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa pergeseran harga ini mengacu pada kalkulasi berkala terhadap komponen pembentuk harga energi global.

"Penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan setelah melalui proses evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah," jelas Roberth dalam keterangan tertulisnya.

Roberth menambahkan, korporasi tetap menyelaraskan keputusan komersial ini dengan kebijakan makroekonomi nasional yang digariskan oleh pihak eksekutif.

"Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal," ujarnya. Pihak Pertamina juga memastikan rantai pasok bensin di seluruh jaringan pangkalan pengisian dalam kondisi aman terkendali.

Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Pertamina Resmi Kerek Harga Pertamax Tembus Rp16.250

Operator Swasta Belum Respons Kenaikan

Berbeda dengan langkah agresif Pertamina, sejumlah operator penyalur BBM swasta terkemuka seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo terpantau masih menahan harga jual produk bensin mereka pada periode yang sama.

Shell dan BP-AKR sebelumnya hanya merevisi harga untuk kelompok produk diesel (solar) mereka di awal bulan. Sementara itu, jaringan pengisian Vivo terpantau masih mengoperasikan skema tarif lama yang mengacu pada kebijakan per tanggal 1 Mei lalu.

Kondisi tersebut menempatkan Pertamax dan Pertamax Green sebagai varian bahan bakar yang mengalami fluktuasi harga paling mencolok di pasar domestik sepanjang bulan ini.

Rincian Harga BBM di Berbagai Operator SPBU

Berikut adalah daftar harga eceran BBM dari berbagai merek pengelola SPBU yang berlaku di lapangan:

1. Pertamina

  • Pertalite (RON 90): Rp10.000 per liter

  • Solar Subsidi: Rp6.800 per liter

  • Pertamax (RON 92): Rp16.250 per liter

  • Pertamax Green 95 (RON 95): Rp17.000 per liter

  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp20.750 per liter

  • Dexlite: Rp23.000 per liter

  • Pertamina Dex: Rp24.800 per liter

2. Shell

  • Shell V-Power Diesel: Rp24.490 per liter (Catatan: Untuk varian bensin Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ dilaporkan belum tersedia kembali di gerai).

3. BP-AKR

  • BP 92: Rp12.390 per liter

  • BP Ultimate: Rp12.930 per liter

  • BP Ultimate Diesel: Rp26.060 per liter

4. Vivo

  • Revvo 92 (RON 92): Rp12.390 per liter

  • Diesel Primus / Diesel Primus Plus (CN 51): Rp30.890 per liter

Baca Juga: Gabungan BEM Seluruh Fakultas UI Siapkan Demo Besar-Besaran, Tolak Kenaikan BBM dan Militerisme Ranah Sipil

Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK