Fakta Nasional

Pihak Gibran Mulai Panas-Dingin Hadapi Gempuran Denny Indrayana di MK

FAKTANASIONAL.NET - Dikira akan "cuek bebek" saja, ternyata pihak Wapres Gibran mulai terlihat khawatir juga dengan permohonan Denny Indrayana dan kawan-kawan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah SMA atau sederajat dari Wapres Gibran, yang mul…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 22 September 2026 📖 1 menit
Pihak Gibran Mulai Panas-Dingin Hadapi Gempuran Denny Indrayana di MK
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Dikira akan "cuek bebek" saja, ternyata pihak Wapres Gibran mulai terlihat khawatir juga dengan permohonan Denny Indrayana dan kawan-kawan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ijazah SMA atau sederajat dari Wapres Gibran, yang mulai dibuka persidangannya malam ini pukul 19:00 WIB.

Sebab, di detik-detik terakhir, pihak Wapres Gibran baru mengajukan diri sebagai pihak terkait kepada MK, yang jadwalnya sebetulnya sudah lewat, yakni Jumat kemarin, 18 September. Bahkan, semalam para pendukung Gibran (Jokowi) melakukan konferensi pers, tidak ada tanda-tanda pihak Wapres Gibran mau mengajukan diri sebagai pihak terkait.

Seperti biasa, baik terkait ijazah Jokowi maupun ijazah Gibran, pembelanya yang terdepan tataplah Andi Azwan. Andi Azwan dan kawan-kawan---tentunya mewakili Wapres Gibran---hari ini baru memasukkan surat kepada MK untuk menjadi pihak terkait dalam persidangan permohonan Denny Indrayana dan kawan-kawan yang beberapa jam lagi akan dimulai.

Wajar saja, pihak Wapres Gibran mulai khawatir, karena isu permohonan Denny Indrayana dan kawan-kawan ini mulai menguat seperti tak terbendung. Kalau dibiarkan melenggang begitu saja, bukan mustahil apa yang tidak diperkirakan sebelumnya akan terjadi, justru terjadi. Sebab, dalam suatu persidangan apa pun bisa terjadi. Dan keputusan MK adalah final dan mengikat.

Harus diakui, Gibran pernah merasakan "manisnya" putusan MK yang memberi karpet merah buat dirinya maju sebagai Cawapres. Artinya, bukan mustahil juga "pahitnya" akan dirasakan kalau tidak berhati-hati. Jadi, sudah benar bahwa pihak Wapres Gibran mengajukan diri sebagai pihak terkait agar gendangnya tidak ditabuh dari satu arah saja.

Orang yang biasa mengakal-akali aturan, bukan mustahil suatu saat nanti akan diakal-akali juga oleh aturan. Kadang, perjalanan hidup memang begitu. Makanya, sedia payung sebelum hujan lebih baik daripada setelah hujan deras baru teringat payung. Ingatan itu, tidak berguna lagi.[Fb @erizal]

Penulis: Erizal, Direktur ABC Riset dan Consulting.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK