Pimpinan DPR Janji Kawal Pelindungan Peternak Sapi Perah dari Ancaman Susu Impor
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyoroti aksi protes peternak sapi perah yang merasa dirugikan oleh kebijakan impor susu. Ia pun mendorong pemerintah agar memberikan perlindungan bagi peternak lokal dan ind…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menyoroti aksi protes peternak sapi perah yang merasa dirugikan oleh kebijakan impor susu. Ia pun mendorong pemerintah agar memberikan perlindungan bagi peternak lokal dan industri susu dalam negeri.
"Pemerintah harus memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan adil dan transparan. Peternak harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjual produksi susu mereka tanpa adanya diskriminasi atau pembatasan yang tidak adil," ujar Cucun pada Rabu (13/11/2024).
Menurut Cucun, kebijakan pemerintah seharusnya tidak hanya berfokus pada kewajiban serap susu lokal oleh industri pengolahan, tetapi juga harus disertai pengawasan ketat terhadap kualitas susu dari proses hulu hingga hilir.
Protes dari peternak sapi perah telah terjadi di berbagai daerah, dengan aksi-aksi simbolis seperti mandi susu dan membuang susu murni secara cuma-cuma.
Aksi ini dilakukan karena para peternak merasa tersaingi oleh masuknya susu impor yang lebih murah, terutama dari Selandia Baru dan Australia, yang memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas (FTA) sehingga harga susu impor bisa lebih rendah hingga 5 persen dari susu lokal.
Cucun menjelaskan bahwa susu impor ini umumnya berupa susu bubuk atau skim, yang kualitasnya dianggap di bawah susu sapi segar karena sudah melalui proses pemanasan atau ultra proses.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2018, pemerintah telah menetapkan agar perusahaan pengolahan susu bermitra dengan koperasi peternak untuk menyerap susu sapi perah, namun pelaksanaannya di lapangan masih minim.
Cucun meminta pemerintah memperketat pengawasan agar industri pengolahan susu benar-benar menggunakan lebih banyak susu lokal, bahkan menerapkan sanksi bagi perusahaan yang melanggar aturan ini.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa regulasi dan pengawasan lembaga yang bertanggung jawab dalam menjaga kualitas susu dari hulu ke hilir belum efektif," kata Cucun.
Sebagai langkah solutif, Cucun juga mendorong pemerintah untuk memperkuat program peningkatan produksi susu dalam negeri dan melakukan pembinaan bagi peternak skala kecil.
DPR, katanya, akan mengawal persoalan ini hingga ada solusi yang adil bagi peternak lokal dan industri pengolahan susu.
"Kunci utama ada pada peran pemerintah sebagai regulator. Ini adalah masalah yang harus segera ditangani karena menyangkut nasib rakyat kita yang menggantungkan hidupnya pada industri susu," pungkas Cucun.[dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.