Fakta Nasional

Pj Gubernur Teguh Luncurkan Produk Beras Resik dan Program Foodhub yang Diharapkan Mampu Jaga Ketahanan Pangan di Jakarta

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi meluncurkan produk beras 'Resik' PT Food Station Tjipinang Jaya dan mengembangkan program kemitraan FoodHub di Jakarta. Peluncuran produk beras baru tersebut menunjukkan…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Zul Jamba Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 31 December 2024 📖 2 menit
Pj Gubernur Teguh Luncurkan Produk Beras Resik dan Program Foodhub yang Diharapkan Mampu Jaga Ketahanan Pangan di Jakarta
Kegiatan peluncuran beras Resik di Pabrik Padi Cipinang, Jakarta Timur, pada Senin (30/12/2024)/Kominfotik.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi meluncurkan produk beras 'Resik' PT Food Station Tjipinang Jaya dan mengembangkan program kemitraan FoodHub di Jakarta. Peluncuran produk beras baru tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjamin ketersediaan dan ketahanan pangan.

Pj Gubernur Teguh mengungkapkan,  saat ini, terdapat sekitar 300.000 pelaku UMKM di Kota Jakarta yang mana 27.000 di antaranya menjalankan usaha di bidang sembako. Dengan diluncurkannya beras 'Resik' diharapkan dapat semakin memperkuat perekonomian lokal.

"Saya menyambut baik peluncuran produk beras 'Resik'. Resik ini kalau di Jawa artinya bersih," katanya.

Produk ini, lanjut Pj Gubernur Teguh, merupakan komitmen dari PT Food Station Tjipinang Jaya bersama PT Sin Inti Indonesia untuk mendukung pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah DKI Jakarta, serta memperkuat sinergi untuk menghadirkan pilihan produk berkualitas tinggi dengan harga terjangkau.

Setelah diluncurkan, beras 'Resik' langsung didistribusikan ke sejumlah titik di Jakarta. Sebanyak lima ton beras 'Resik' didistribusikan dalam kemasan 2,5 kilogram dan 5 kilogram.

Pj Gubernur Teguh memastikan, meskipun produk beras tersebut berlabel beras premium, beras 'Resik' tidak terkena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12%, sehingga tetap terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Dalam acara tersebut turut diluncurkan program FoodHub yang dirancang untuk memudahkan pelaku UMKM, terutama di sektor sembako dalam mengakses produk berkualitas, pendampingan bisnis, dan melakukan transaksi secara digital.

Digitalisasi produk UMKM juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan operasional, sekaligus memudahkan para pelaku UMKM untuk mendapatkan dukungan pendanaan dari lembaga perbankan untuk mengembangkan usahanya.

“PT Food Station telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk memperluas produknya melalui berbagai ritel modern di Indonesia, yakni melalui FoodHub. Diharapkan nantinya bisa semakin memperkuat peran UMKM sebagai mitra sekaligus untuk memastikan tersedianya produksi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) Karyawan Gunarso menjelaskan, selain membuat digitalisasi proses transaksi dengan sederhana, program FoodHub juga menjamin pasokan dan distribusi pangan bagi UMKM di Jakarta, melakukan pendampingan dan pelatihan bisnis, serta mendukung pembiayaan terhadap UMKM.

Selain itu, jaminan ketersediaan dan keterjangkauan produk pangan yang ada di masyarakat dan peningkatan perekonomian UMKM yang ada di Jakarta juga akan terjamin.

Pada akhir tahun 2024 ini, kami sempat mencoba program tersebut di 25 titik UMKM. Hal itu sekaligus dilakukan sebagai awal proses sosialisasi kepada para pelaku UMKM.

“Harapan kami dengan menyasar UMKM, kami Food Station bisa lebih memperkuat fungsi dan dukungan terhadap program inflasi, sekaligus pengembangan ekonomi kerakyatan, yaitu melalui UMKM,” katanya.

Ketua DPRD DKI Jakarta Khoerudin juga mendukung peluncuran program tersebut untuk meningkatkan ketahanan pangan rakyat, baik dari segi produksi, distribusi, maupun konsumsi.

“Produk ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi dalam distribusi pangan, serta menciptakan kemitraan yang paling menguntungkan antara petani, distributor, dan konsumen,” imbuhnya.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK