Polda Metro Jaya Periksa 15 Saksi Kasus Korupsi PLN-Asabri, Ini Daftar Inisial yang Terungkap
FAKTANASIONAL.NET - Penyelidikan kasus dugaan korupsi serta tindak pidana pencucian uang yang menyeret PT PLN, PT Asabri, dan anak usaha Krakatau Steel kini memasuki babak krusial. Polda Metro Jaya telah melakukan serangkaian penggeledahan di 12 lok…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Penyelidikan kasus dugaan korupsi serta tindak pidana pencucian uang yang menyeret PT PLN, PT Asabri, dan anak usaha Krakatau Steel kini memasuki babak krusial.
Polda Metro Jaya telah melakukan serangkaian penggeledahan di 12 lokasi berbeda untuk mengungkap aliran dana gelap di balik insiden blackout yang merugikan banyak pihak tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, dalam konferensi pers pada Jumat 10 Juli 2026, menegaskan bahwa pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi untuk memperjelas duduk perkara ini.
"15 saksi saat ini yang sudah dimintai keterangan," ujar Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers pada Jumat 10 Juli 2026.
Daftar saksi tersebut mencakup berbagai latar belakang, mulai dari pihak internal hingga pihak eksternal yang diduga terlibat dalam transaksi mencurigakan.
Penyidik memeriksa sejumlah saksi dalam rangkaian penyidikan kasus dugaan korupsi. Saksi yang diperiksa meliputi dua orang dari sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, empat orang dari tempat penukaran uang (money changer) berinisial DH, HH, ER, dan RP, serta satu saksi berinisial DR di rumah kawasan Gandaria.
Selain itu, penyidik juga meminta keterangan dari TK (Tan Kian) di Pacific Place, seorang sopir DR berinisial T, serta saksi berinisial NH. Dalam penggeledahan yang dilakukan semalam, penyidik turut memeriksa saksi berinisial MIL dan dua petugas keamanan di Sentul yang berinisial R dan A.
Inisial Yang Disebutkan:
- Dua saksi dari sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
- Empat saksi dari tempat penukaran uang (money changer), yakni berinisial DH, HH, ER, dan RP.
- Satu saksi di rumah kawasan Gandaria, berinisial DR.
- Satu saksi di Pacific Place, yakni TK (Tan Kian).
- Satu saksi berinisial T, yang merupakan sopir DR.
Satu saksi berinisial NH. - Satu saksi berinisial MIL, yang diperiksa dalam penggeledahan semalam.
- Dua petugas keamanan (security) di Sentul, berinisial R dan A.
Di Rumah Parahyangan Golf, Bogor, aparat menyita 74 kilogram emas batangan serta mata uang asing dengan nilai fantastis, termasuk US$4.767.300 dan SGD14.083.800.
Temuan serupa juga didapati di lokasi money changer dan Cafe de'Clan di Cipete, yang menyimpan uang tunai dalam berbagai mata uang internasional serta Rupiah dengan total nilai mencapai miliaran.
Sementara di sebuah kediaman di Cilandak, Jakarta Selatan, penyidik mengamankan dana tambahan senilai Rp520.000.000 dan US$133.000.
Hingga saat ini, Polda Metro Jaya terus melakukan verifikasi mendalam terhadap seluruh barang bukti untuk memastikan keterkaitannya dengan kejahatan finansial yang melumpuhkan sektor energi dan investasi negara tersebut.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.