Polisi Ungkap Gangster Semarang Didanai Situs Judi Online Lakukan Aktivitas Kriminal
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Polisi mengungkap keterlibatan sejumlah kelompok gangster di Semarang dengan situs judi online yang memberikan dana untuk mendukung aktivitas mereka. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan bahwa kelomp…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Polisi mengungkap keterlibatan sejumlah kelompok gangster di Semarang dengan situs judi online yang memberikan dana untuk mendukung aktivitas mereka. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan bahwa kelompok gangster ini menerima uang dari situs tersebut melalui endorsement di grup-grup mereka.
"Dari situs judi online ada barternya. Mereka harus mengendorse itu ke grup-grup mereka untuk mendapatkan biaya," ungkap Irwan dalam rapat dengan Komisi III DPR yang dipantau dari saluran Youtube komisi III DPR, Selasa, (3/12/2024).
Irwan memaparkan, dana yang diterima digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti menyewa vila, membeli minuman keras, hingga membeli senjata tajam. "Uang ini digunakan untuk membeli sajam, kemudian membeli miras, dan menyewa vila untuk rekreasi," tambahnya.
Dalam rapat yang juga membahas kasus penembakan siswa SMKN 4 Semarang berinisial GRO (17), Irwan menjelaskan bahwa istilah "gangster" digunakan oleh kelompok-kelompok remaja itu sendiri. Di Semarang, terdapat beberapa kelompok yang menamakan dirinya sebagai gangster dan aktif melakukan kegiatan ilegal.
Irwan juga mengungkapkan bahwa sekitar 1,5 bulan lalu, sejumlah anggota gangster sempat berjanji akan membubarkan diri melalui kegiatan mitigasi yang digagas oleh kepolisian. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa janji tersebut tidak ditepati.
"Sebagian dari mereka 1,5 bulan lalu sudah menyatakan mau membubarkan diri melalui kegiatan mitigasi yang kita laksanakan terhadap remaja-remaja di Kota Semarang," ujar Irwan.
Rapat ini juga membahas insiden penembakan terhadap GRO, siswa SMKN 4 Semarang, yang diduga terlibat dalam aktivitas gangster. GRO tewas ditembak oleh seorang polisi dalam upaya membubarkan tawuran antar-gangster di wilayah Semarang. Kasus ini menuai kritik tajam terhadap penggunaan kekuatan oleh aparat kepolisian.
Aipda Robig Zaenudin, anggota polisi yang diduga melakukan penembakan, telah ditahan dan sedang menjalani proses hukum. Insiden ini menjadi sorotan publik dan memicu desakan untuk evaluasi penggunaan senjata api oleh polisi serta penanganan aktivitas gangster di Semarang.
Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini sekaligus melakukan langkah preventif terhadap keberadaan kelompok gangster yang semakin meresahkan masyarakat. [dnl]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.