Potensi Perak sebagai Alternatif Investasi di Tengah Lonjakan Harga Emas
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Investasi logam mulia tak pernah kehilangan daya tariknya, terutama di masa ketidakpastian ekonomi. Emas seringkali dianggap sebagai primadona karena prestise dan kestabilannya. Namun, belakangan ini perak mulai mencuri…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Investasi logam mulia tak pernah kehilangan daya tariknya, terutama di masa ketidakpastian ekonomi. Emas seringkali dianggap sebagai primadona karena prestise dan kestabilannya.
Namun, belakangan ini perak mulai mencuri perhatian investor pemula maupun profesional. Selain harganya yang jauh lebih terjangkau, perak memiliki potensi penguatan yang signifikan di tengah tren kenaikan emas dunia.
Perak saat ini diperdagangkan sekitar US$35 per troy ons, jauh lebih murah dibandingkan harga emas yang sudah menembus US$3.300 per troy ons.
Di pasar domestik, satu keping perak 50 gram bisa dibeli dengan dana sekitar Rp1,5 juta, sementara keping emas seberat sama dibanderol hampir Rp94 juta.
Jarangnya investor besar melirik perak membuat likuiditasnya relatif tinggi dan permintaan masyarakat Indonesia kian meningkat. Banyak pedagang di pusat logam mulia melaporkan adanya antrean inden perak sejak awal tahun.
Indikator Gold/Silver Ratio saat ini menunjukkan rasio sekitar 90:1—artinya satu ons emas setara harga 90 ons perak.
Jika melihat histori, rasio ini pernah turun mendekati 60:1 saat perak menanjak lebih agresif. Robert Kiyosaki, penulis “Rich Dad Poor Dad”, memprediksi harga perak akan “meledak” pada Juli 2025, menjadikannya “pembelian asimetris terbaik” dengan upside besar dan downside terbatas.
Dalam jangka pendek, beberapa lembaga memproyeksikan perak bisa menyentuh US$37–38 per troy ons jika rasio mulai merapat.
Sebagai logam industri, perak juga mendapat dorongan dari permintaan sektor energi hijau dan teknologi.
Konduktivitasnya yang unggul membuatnya komponen krusial dalam kendaraan listrik dan panel surya. Ketika ekonomi global pulih, kebutuhan perak untuk aplikasi industri diprediksi melonjak, memperkuat catatan kenaikannya.
Dengan harga yang ramah di kantong dan dukungan fundamental, perak layak dipertimbangkan sebagai pelengkap portofolio.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.