Fakta Nasional

Prabowo Bakal Jatuh Jika Sampai Oktober Tak Keluarkan Keputusan yang Pro Rakyat

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto dinilai menghadapi risiko politik serius apabila hingga Oktober 2026 belum mengambil langkah yang dianggap berpihak kepada kepentingan rakyat. Penilaian tersebut disampaikan Brigjen (Purn) Purnomo dalam…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 27 August 2026 📖 1 menit
Prabowo Bakal Jatuh Jika Sampai Oktober Tak Keluarkan Keputusan yang Pro Rakyat
Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun Drastis, Penilaian Ekonomi Ikut Memburuk/(ilustrasi)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto dinilai menghadapi risiko politik serius apabila hingga Oktober 2026 belum mengambil langkah yang dianggap berpihak kepada kepentingan rakyat.

Penilaian tersebut disampaikan Brigjen (Purn) Purnomo dalam tayangan YouTube Forum Keadilan TV pada 27 Agustus 2026.

Menurut Purnomo, Presiden Prabowo bisa menghadapi ancaman terhadap keberlangsungan pemerintahannya jika tidak segera merespons berbagai persoalan yang memicu kekecewaan publik.

Ia menyebut batas waktu Oktober menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk menunjukkan keberpihakan melalui keputusan konkret.

“Prabowo akan jatuh jika sampai Oktober tak keluarkan keputusan yang pro rakyat,” demikian pandangan Purnomo dalam tayangan tersebut, dikutip dari Forum Keadilan TV pada 27 Agustus 2026.

Purnomo juga menyoroti aksi demonstrasi yang berlangsung pada 27 Agustus 2026. Menurut dia, gerakan tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi embrio gerakan nasional yang muncul akibat akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap berbagai persoalan yang belum memperoleh jawaban.

Ia mendorong Presiden mengambil langkah tegas, termasuk mempertimbangkan perombakan kabinet atau reshuffle terhadap pihak yang dinilai tidak sejalan dengan visi pro-rakyat.

Selain itu, percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset disebut sebagai salah satu langkah yang dapat menunjukkan keseriusan pemerintah.

Purnomo turut mengingatkan bahwa Prabowo mewarisi sejumlah persoalan dari pemerintahan sebelumnya yang belum terselesaikan. Karena itu, Presiden dinilai perlu berhati-hati agar beban tersebut tidak semakin berat dan kemudian berdampak terhadap stabilitas pemerintahannya.

Di sisi lain, berbagai isu populis seperti ketidakadilan hukum dan persoalan korupsi dinilai berpotensi memperbesar gerakan massa.

Purnomo menilai pendekatan persuasif diperlukan agar situasi tidak berkembang menjadi kekacauan yang kemudian dimanfaatkan pihak tertentu untuk menggulingkan kekuasaan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK