Prabowo Gibran Disebut Retak Gara-gara MBG, Herwin: Proses Perceraian Mungkin Berjalan
FAKTANASIONAL.NET - Dugaan keretakan hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian. Sorotan tersebut muncul setelah perbedaan respons terhadap persoalan dugaan keracunan massal…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Dugaan keretakan hubungan politik antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian.
Sorotan tersebut muncul setelah perbedaan respons terhadap persoalan dugaan keracunan massal yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pegiat media sosial Herwin Sudikta ikut menanggapi situasi tersebut dengan menggunakan analogi hubungan dalam sebuah keluarga. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 16 September 2026.
"Contoh keluarga yang sedang tidak akur. Mungkin proses perceraiannya sedang diproses pengadilan," ucap Herwin singkat, Rabu (16/9/2026).
Pernyataan Herwin tersebut merupakan analogi yang disampaikannya terkait dinamika hubungan politik Prabowo dan Gibran.
Hingga berita ini ditulis, tidak terdapat konfirmasi resmi dari Prabowo maupun Gibran mengenai adanya keretakan hubungan politik sebagaimana yang dianalogikan Herwin.
Dikutip dari FAJAR.CO.ID, Rabu (16/9/2026), isu tersebut mencuat di tengah perhatian pemerintah terhadap siswa yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG.
Gibran sebelumnya mendatangi sejumlah siswa yang menjalani perawatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Wakil Presiden berkunjung ke Rumah Sakit Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi pada Jumat (11/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Gibran bertemu langsung dengan pasien dan keluarga mereka.
Ia menyampaikan permintaan maaf atas nama pemerintah sekaligus memastikan kebutuhan para korban selama menjalani perawatan dipenuhi.
"Atas nama pemerintah saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Gibran.
Pemerintah, menurut Gibran, akan menanggung kebutuhan pengobatan dan obat-obatan pasien.
Jika diperlukan, korban juga dapat dirujuk ke rumah sakit di Medan ataupun Jakarta sesuai kondisi medis dan izin orang tua.
"Tadi saya datangi satu-satu Bapak, Ibu, semuanya. Keluhannya apa, butuh obat apa, atau butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, sedang kami penuhi semua sesuai izin dari orang tua," imbuhnya.
Gibran mengatakan persoalan tersebut tengah dievaluasi Badan Gizi Nasional (BGN). Seluruh masukan keluarga korban juga akan disampaikan kepada pimpinan pemerintah untuk ditindaklanjuti.
"Semua keluhan serta masukan Bapak Ibu akan saya sampaikan kepada pimpinan tertinggi untuk mendapat tindak lanjut," kata dia.
"Kami pastikan anak-anak bisa sehat dan bersekolah kembali," tuturnya.
Gibran juga meminta orang tua tidak tergesa-gesa mengizinkan anak kembali ke sekolah sebelum kondisi kesehatan benar-benar pulih. Ia menyarankan anak-anak membawa bekal makanan dari rumah selama masa pemulihan.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.