Fakta Nasional

Prabowo Mau Jadi Juru Damai Korea, Faisal Lohy: Dia Konyol dan Selalu Memalukan

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aktivis kebijakan publik dan cendekiawan muda, Dr. Faisal Lohy, menilai Presiden Prabowo telah bertindak konyol bahkan memalukan, karena tampil "sok-sokan" ingin menjadi juru damai antara Korea Selatan dan Korea Utara. A…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: M. Sahlan Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 09 August 2026 📖 1 menit
Prabowo Mau Jadi Juru Damai Korea, Faisal Lohy: Dia Konyol dan Selalu Memalukan
Dr. Faisal Lohy (Pengamat Kebijakan Publik)

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Aktivis kebijakan publik dan cendekiawan muda, Dr. Faisal Lohy, menilai Presiden Prabowo telah bertindak konyol bahkan memalukan, karena tampil "sok-sokan" ingin menjadi juru damai antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Alih-alih menjadi pahlawan perdamaian dunia, Faisal Lohy menilai Presiden Prabowo justru mempermalukan diri sendiri dan bangsa Indonesia dengan kebijakan geopolitiknya yang sangat konyol.

"Selalu memalukan. Urusan dalam negeri berantakan. Ngatur menteri-menteri sendiri saja gak becus. Malah ngotot ngurusin masalah negara lain, jadi juru damai," kata Faisal Lohy dalam. Akun FB @Faisal Lohy, Sabtu (9/8/2026).

Berikut tulisan utuh Faisal Lohy yang meraih gelar doktor ilmu hukum di Universitas Trisakti dan aktivis Keluarga Alumni HMI (KAHMI).

BERHENTILAH konyol. Presiden Indonesia gak punya daya tawar politik, gak punya wibawa, gak punya kecakapan untuk bisa diterima sebagai mediator.

Dia pikir setelah dia berdiri bersama Amerika-Israel singgung nuklir Iran, menjadi bagian BoP, menjadi bagian pendukung Amerika-Isarel, Korea Utara akan menerimanya?

Mungkin dia lupa peta aktor geopolitik. Korut dan Iran searah konfrontatif dengan Amerika, meskipun bukan sekutu. Di satu sisi Korsel adalah strong alliance Amerika. Representasi kepentingan Amerika di kawasan.

Bagaimana mungkin Korut akan menerima Indonesia sebagai mediator. Sebaliknya, Justru balik dikecam Kim Jong Un: “Indonesia & ASEAN Bodoh, jangan mau jadi corong Amerika”. Langkah polugri konyol, Presiden asal mangap.

Peringatan: hati-hati kiritik pernyataan Prabowo soal nuklir Iran. Udah beberapa rakyat ditangkap polisi. Konyol. Udah blunder, ngomong nuklir Iran tanpa data, potensi salah, dikiritik rakyat, malah rakyatnya ditangkep polisi. Presidennya yang konyol, justru rakyatnya yang ditangkap.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK