Fakta Nasional

Prabowo Rancang APBN 2027: Defisit Rendah dan Rupiah Dipatok Stabil

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memaparkan rancangan awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2027 dengan fokus utama pada efisiensi. Merujuk pada pidato yang disampaikan di Gedung DPR RI, Jakarta, pa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 20 May 2026 📖 1 menit
Prabowo Rancang APBN 2027: Defisit Rendah dan Rupiah Dipatok Stabil
Sebanyak 17 calon dubes baru akan resmi menyerahkan kredensial mereka kepada pemerintah Indonesia pada awal pekan depan. (Youtube)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memaparkan rancangan awal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2027 dengan fokus utama pada efisiensi.

Merujuk pada pidato yang disampaikan di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026), pemerintah menargetkan defisit anggaran berada di angka yang terbilang rendah, yakni pada kisaran 1,8% hingga 2,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Langkah strategis ini diambil dengan menyeimbangkan target belanja negara pada level 13,62% sampai 14,8% dari PDB, agar lebih produktif dan tepat sasaran.

Sementara itu, optimalisasi pendapatan negara diproyeksikan menyentuh angka 11,82% hingga 12,40% dari PDB. Dalam keterangannya yang dikutip oleh berbagai media nasional, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menekan angka defisit demi mewujudkan kemandirian finansial negara yang lebih tangguh.

Selain postur anggaran, stabilitas mata uang menjadi sorotan utama dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF). Nilai tukar rupiah dipatok agar bertahan di level Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Prabowo menekankan bahwa sinergi strategi fiskal dan moneter adalah kunci krusial untuk menghadapi fluktuasi ekonomi global.

Dalam cetak biru RAPBN 2027 tersebut, sejumlah asumsi makro lainnya juga ditetapkan secara optimis. Tingkat inflasi dijaga pada rentang 1,5% hingga 3,5%, sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional didorong untuk mencapai 5,8% sampai 6,5%.

Indikator krusial lainnya mencakup suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun di angka 6,5%-7,3%, rasio gini 0,362-0,367, hingga Indeks Modal Manusia di level 0,575. Dengan perencanaan ini, pemerintah optimis mampu menciptakan landasan ekonomi yang solid untuk masa depan Indonesia.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK