Fakta Nasional

Prediksi Kudeta Oktober 2026 Diungkap Said Didu

FAKTANASIONAL.NET - Mantan sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan, pada Oktober 2026 bakal terjadi kudeta oleh Aliansi SSB (Singapura, Solo, Bandung) terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Itu ia katakan di channel Youtube Abraham Samad Sp…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Djono W Oesman Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 20 August 2026 📖 3 menit
Prediksi Kudeta Oktober 2026 Diungkap Said Didu
Said Didu di channel Yoiutube Abraham Samad. Tangkapan layar

FAKTANASIONAL.NET - Mantan sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan, pada Oktober 2026 bakal terjadi kudeta oleh Aliansi SSB (Singapura, Solo, Bandung) terhadap Presiden RI Prabowo Subianto. Itu ia katakan di channel Youtube Abraham Samad Speak Up, beredar di medsos sejak 18 Agustus 2026.

Pernyataan berbahaya itu dikatakan Said dalam wawancara dengan Abraham Samad, mantan Ketua KPK yang divideokan.

Video itu berdurasi 41 menit 52 detik. Judulnya: Said Didu: Oktober mungkin bisa terjadi kudeta oleh SSB kepada Prabowo? Sampai dengan Rabu malam, 19 Agustus 2026 sudah ditonton 170.651 viewers, dengan 3,2 ribu menyatakan suka (tanda jempol).

Meskipun pada akhir judul diberi tanda tanya, yang berarti pembuatnya masih meragukan kepastian kudeta, namun di dalam wawancara tersebut jelas menyatakan, bakal terjadi kudeta pada Oktober 2026. Ia tidak menyebut tanggal kudeta.

Dikatakan Said, kini ada Geng SSB, singkatan Singapura, Solo, Bandung. Orang-orang di geng inilah yang akan mengkudeta Presiden Prabowo. Bentuk kudeta, SSB membikin kerusuhan massal.

Ditanya Abraham, apa itu SSB? Dijawab Said demikian:

"Sekarang ada kelompok oligarki yang berkumpul di Singapura. Mereka terus rapat untuk rencana tersebut (kudeta)." katanya.

Geng oligarki istilah untuk sekelompok kecil orang elit, atau orang-orang kaya, pemegang kendali penuh atas kekuasaan politik dan ekonomi. Mereka bekerja bersama kelompok mereka demi keuntungan mereka sendiri, bukan untuk rakyat.

Frasa 'Solo' di geng SSB, menurut Said, merujuk kelompok Jokowi yang tinggal di Solo. "Jokowi Bersama pendukungnya dan parcok," kata Said. Istilah 'Parcok' adalah plesetan partai coklat yang berarti polisi berseragam coklat.

Satu lagi frasa 'Bandung', Said menjelaskan hal yang tidak jelas.

Ketika Said ditanya Abraham soal frasa 'Bandung', Said menjawab: "Ya.... Anda sudah tahulah… Yang gaya-gayanya kayak Jokowi gitulah..."

Ketidakjelasan jawaban Said tidak ditanyakan ulang oleh Abraham.

Mengapa Geng SSB melakukan kudeta?

Said: "Karena aliansi Jokowi-Prabowo kelihatannya sudah pecah. Setiap Prabowo ditanya soal rencana maju di Pilpres 2029, ia selalu mengatakan, lihat nanti sajalah. Prabowo tidak tegas mengatakan, dia Bersama Gibran lagi."

Dilanjut: "Juga lihat, posisi duduk Gibran dalam sidang kabinet tidak di samping presiden lagi. Ini juga dikritik Jokowi."

Maksudnya, pada sidang kabinet di Istana Negara, Senin, 20 Juli 2026, posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak di samping Presiden Prabowo. Melainkan, Gibran duduk sejajar dengan para menteri kabinet yang membentuk huruf U menghadap Presiden Prabowo.

Menanggapi itu, mantan Presiden RI, Jokowi kepada wartawan mengatakan, "Iya secara kedudukan wakil presiden itu secara konstitusional jelas, sudah jelas. Dan ada Undang-Undang keprotokolan juga jelas semuanya, ya sudah diikuti aja. Aturannya di situ karena sudah jelas semuanya, kok," kata Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Rabu, 12 Agustus 2026.

Hal itu oleh Said ditafsirkan sebagai perpecahan Prabowo-Jokowi. Sehingga Geng SSB, antara lain, kelompok Solo atau kelompok pro Jokowi.

Komponen Geng SSB yang terkait frasa 'Bandung' sama sekali tidak dijelaskan Said. Ia selalu mengatakan ke Abraham: "Anda tahu sendirilah…"

Abraham bertanya, apakah cuma itu indikator bakal terjadinya kudeta pada Oktober 2026?

Said: "Ya... Selama ini, Prabowo itu kepanjangan dari Jokowi. Dan, sekarang jalinan mereka sudah pecah."

Dalam wawancara tersebut Abraham tidak bertanya terperinci, bagaimana bentuk kudeta tersebut? Tidak ditanyakan.

Abraham hanya bertanya, apakah ada kaitan rencana kudeta itu dengan pembangunan pagar besi pada mal-mal di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. "Apakah itu tanda-tanda?" tanya Abraham.

Said menjawab: "Ya, itu hanya akibat gerakan kelompok yang menakut-takuti. Tujuan kelompok itu agar rakyat terpancing dan melakukan gerakan. Ternyata rakyat tidak terpancing."

Dari penjelasan Said, bisa disimpulkan bahwa yang ia maksud itu adalah prediksi kudeta sipil, bukan oleh militer. Dan, semua kudeta sipil selalu berbentuk kerumunan massa di tempat-tempat strategis yang menimbulkan kerusuhan.

Dari kerusuhan, diharapkan oleh pihak yang mengerahkan massa (dalangnya), agar terjadi kekacauan. Apalagi sampai ada pendemo yang mati. Maka, gerakan massa berikutnya bakal berjumlah lebih besar lagi.

Dari situlah akan muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap presiden. Sehingga rakyat menuntut pergantian presiden.

Menurut Said, sudah muncul isu bahwa kudeta akan terjadi Agustus 2026 bulan ini. Namun hal itu tidak terjadi. "Tanda-tandanya tidak kelihatan. Yang benar, pada Oktober (2026) nanti," ujarnya.

Abraham bertanya, apakah Presiden Prabowo sudah tahu?

Said: "Pak Prabowo sudah tahu."

"Mengapa Pak Prabowo tidak segera menumpas, supaya kudeta tidak terjadi?"

"Itulah pertanyaan kita semua sekarang."

Dari tanya-jawab bagian ini, tampak bahwa tidak ada suatu rahasia yang diungkap narasumber maupun pewawancara terkait detil kudeta. Ini cuma obrolan dengan judul yang menyeramkan: kudeta.

Karena wawancara itu dalam channel Youtube milik Abraham, maka bisa diduga, judul kudeta itu hanya bertujuan mendulang viewers yang ujung-ujungnya duit (monetisasi) dari Youtube.

Atau bisa juga move politik dengan tujuan agar mereka dirangkul dan diberi jabatan oleh pemegang kekuasaan. Tujuannya buat kepentingan diri mereka sendiri. Tidak ada manfaat buat rakyat. (*)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK