Fakta Nasional

Presiden DSI Sebut Pelatihan Mediasi Jadikan Wadah untuk Perdalam Pemahaman prinsip Mediasi

FAKTANASIONAL.NET - Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI) bersama Dewan Sengketa Indonesia (DSI), DSI Lampung, serta Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia menggelar, pelatihan mediasi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi par…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Damiri Adam Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 27 September 2026 📖 2 menit
Presiden DSI Sebut Pelatihan Mediasi Jadikan Wadah untuk Perdalam Pemahaman prinsip Mediasi
Para peserta saat mengikuti pelatihan mediasi batch dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi para peserta dalam penyelesaian sengketa secara damai. (FAKTANASIONAL/HO).
) -->
FAKTANASIONAL.NET - Institut Pengadaan Publik Indonesia (IPPI) bersama Dewan Sengketa Indonesia (DSI), DSI Lampung, serta Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia menggelar, pelatihan mediasi dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi para peserta dalam penyelesaian sengketa secara damai.

Presiden DSI Prof. Sabela Gayo, S.H.,M.H.,Ph.D.,CPL.,CPCLE.,ACIArb.,CML.,CPM.,CPC.,CPA.,CPArb.,CIPM.,CPAL mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para peserta dalam penyelesaian sengketa secara damai tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang yang memiliki ketertarikan maupun kebutuhan profesional di bidang penyelesaian sengketa.

"Pelatihan mediasi batch ini menjadi wadah untuk memperkenalkan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai teknik, tahapan, dan prinsip-prinsip mediasi," katanya, Sabtu (26/9).

Dia melanjutkan dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi yang berkaitan dengan proses mediasi mulai dari memahami karakteristik sengketa, membangun komunikasi antara para pihak, menggali kepentingan masing-masing pihak, hingga mencari alternatif penyelesaian yang dapat diterima bersama.

Dalam kegiatan tersebut, lanjut dia, pelatihan mediasi batch tersebut menghadirkan seorang nrasumber Prof. Dr. H. MARDI CANDRA, S.Ag., M.Ag., M.H., CPM., CPArb yang merupakan sebagai trrainer TOT Mahkamah Agung RI.

"Kemampuan mediator menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong penyelesaian sengketa yang efektif. Mediasi ini memberikan ruang bagi para pihak untuk menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah tanpa harus selalu berujung pada proses litigasi," kata dia.

Ia menambahkan melalui pelatihan tersebut, peserta juga diharapkan mampu memahami posisi dan kepentingan para pihak secara objektif serta memiliki keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam proses mediasi. Kerja sama antara IPPI, DSI, DSI Lampung dan Yayasan Pendidikan Dewan Sengketa Indonesia tersebut diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang penyelesaian sengketa, khususnya melalui pendekatan mediasi.

"Pelatihan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong semakin luasnya pemahaman masyarakat dan kalangan profesional mengenai alternatif penyelesaian sengketa yang mengedepankan dialog, kesepakatan, dan penyelesaian secara berimbang. Dengan adanya kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat diterapkan dalam menangani berbagai persoalan sengketa di lingkungan profesional maupun masyarakat," katanya.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK