Fakta Nasional

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Bahas Isu Strategis dan Inklusivitas Negara

FAKTANASIONAL.NET – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan silaturahmi dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh sejumla…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 07 March 2026 📖 1 menit
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Agama, Bahas Isu Strategis dan Inklusivitas Negara
/Dok. Kemhan
) -->

FAKTANASIONAL.NET – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan silaturahmi dengan para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin serta jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.

Dialog tersebut dirancang sebagai ruang tukar pikiran antara pemerintah dan pemuka agama mengenai dinamika domestik maupun tantangan geopolitik global yang tengah dihadapi Indonesia.

Prioritas Kepentingan Rakyat

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa landasan utama dalam setiap pengambilan kebijakan pemerintah adalah kesejahteraan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya persatuan nasional dalam menghadapi ketidakpastian dunia.

“Setiap keputusan besar pemerintah selalu diambil dengan mengutamakan kepentingan rakyat serta masa depan bangsa,” tegas Presiden Prabowo di hadapan para tokoh agama.

Peran Internasional dan Perdamaian Dunia

Selain isu dalam negeri, Presiden juga menyoroti peran Indonesia di panggung internasional.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mengambil posisi sebagai jembatan diplomatik guna meredam ketegangan antarnegara sahabat. Upaya ini merupakan bagian dari visi besar Indonesia dalam berkontribusi nyata pada perdamaian dunia.

Silaturahmi ini sekaligus menjadi simbol penguatan sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama (tokoh agama).

Pemerintah memandang bahwa penyelenggaraan negara yang inklusif dan konstruktif hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat dengan seluruh elemen bangsa, termasuk tokoh-tokoh ormas Islam, dalam menghadapi tantangan kebangsaan yang kian kompleks.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK