Fakta Nasional

Presiden Prabowo Minta Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur Secara Jentelmen

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah meminta Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah ini diambil agar Febrie dapat menghadapi proses huku…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 10 July 2026 📖 1 menit
Presiden Prabowo Minta Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur Secara Jentelmen
Pemerintah menargetkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi pusat logistik, penyaluran barang subsidi, serta penyedia kredit usaha dengan bunga rendah bagi masyarakat desa./Dok. Kemenkop
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah meminta Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Langkah ini diambil agar Febrie dapat menghadapi proses hukum atas dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi dan pencucian uang secara kooperatif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Suara.com, permintaan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan tertutup di rumah dinas presiden, Widya Chandra, Jakarta, pada Kamis (9/7/2026) pagi.

Dalam diskusi tersebut, Presiden Prabowo disebut menolak opsi pemecatan langsung demi menjaga stabilitas institusi.

"Ada usul agar Kejaksaan Agung memecat Febrie, tapi Presiden menolak. Dia ingin yang bersangkutan mengundurkan diri saja agar tidak memperkeruh suasana," ujar salah satu sumber yang mengetahui kejadian tersebut.

Lebih lanjut, sumber lain menyebutkan bahwa pendekatan ini mengedepankan aspek reputasi bagi pejabat yang terjerat hukum, serupa dengan preseden kasus BGN sebelumnya.

Strategi mundur sebelum penangkapan dilakukan untuk memastikan proses hukum berjalan tertib tanpa kegaduhan.

Sejauh ini, pihak Kejaksaan Agung RI belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi terkait isu pergantian posisi strategis tersebut, di mana nama berinisial TTS dan K disebut-sebut sebagai kandidat pengganti.

Ketegangan hukum di tanah air semakin memuncak pasca serangkaian penggeledahan maraton yang dilakukan tim gabungan Polri dan

Polda Metro Jaya sejak Rabu (8/7/2026). Hingga Kamis dini hari, penyidik telah menyisir 12 titik lokasi strategis di Jakarta Selatan hingga Bogor.

Salah satu momen krusial terjadi pada Kamis tengah malam di kawasan elite Sentul City, tepatnya di Perumahan Golf Hijau. Operasi senyap kepolisian tersebut menyasar sebuah rumah mewah yang diduga kuat milik Febrie Adriansyah.

Penggeledahan intensif ini diyakini sebagai upaya penyidik untuk mengamankan aset serta dokumen krusial yang berkaitan dengan dugaan korupsi yang tengah menyeret sang pejabat tinggi Kejaksaan Agung tersebut.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK