Fakta Nasional

Presiden Prabowo Subianto Mengucapkan Terima Kasih kepada Tujuh Presiden Pendahulunya

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Dalam pidato kenegaraannya usai resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada tujuh presiden pendahulu yang telah memberikan sumbangsih signifikan bagi negara. Acara…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Sunday, 20 October 2024 📖 2 menit
Presiden Prabowo Subianto Mengucapkan Terima Kasih kepada Tujuh Presiden Pendahulunya
Presiden RI, Prabowo Subianto.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET- Dalam pidato kenegaraannya usai resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengucapkan terima kasih kepada tujuh presiden pendahulu yang telah memberikan sumbangsih signifikan bagi negara. Acara pidato kenegaraan ini berlangsung di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

Prabowo awalnya menyampaikan terima kasih kepada generasi yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, termasuk Bung Karno, Bung Hatta, I Gusti Ngurah Rai, Kapitan Pattimura, Sultan Hasanuddin, Teuku Umar, Cut Nyak Dien, dan para pahlawan lainnya. Para pahlawan itu memperjuangkan kemerdekaan dengan darah dan air mata.

“Kita bersyukur kepada presiden dan proklamator pertama, Bung Karno, yang telah memberi kita ideologi negara, Pancasila,” ujar Prabowo.

“Ideologi ini keluar masuk penjara, dibuang di mana-mana dari sejak muda karena memperjuangkan Indonesia Merdeka, Indonesia tidak mau menjadi darah bagi bangsa-bangsa lain," sambungnya.

Setelah itu, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Sukarno, Hatta, Syahrir, dan semua pendiri bangsa yang telah berkorban dan memimpin bangsa dengan baik.

“Kita juga bersyukur kepada Presiden Suharto, yang banyak jasanya dalam menyelamatkan dan mengamankan ideologi pancasila itu sendiri,” tuturnya. “Dasar yang dia letakkan sangat penting bagi Indonesia modern," tutur Prabowo.

Prabowo juga berterima kasih kepada BJ Habibe, Presiden ke-3 RI, yang telah membuat dasar untuk bangsa Indonesia meraih dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Terakhir, saya berterima kasih kepada Presiden Abdurrahman Wahid yang telah memberi contoh toleransi antar agama dan antarsuku,” katanya.

“Dia menjunjung tinggi inklusivitas dan toleransinya sangat penting bagi Indonesia yang inklusif dan toleran,” lanjut Prabowo.

Setelah itu, Prabowo berterima kasih kepada Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI. Ia mengatakan bahwa Megawati menyelesaikan masalah ekonomi akibat crash tahun 1998.

“Harus diakui di bawah pemerintah Megawati, masalah perusahaan-perusahaan yang banyak hancur dapat diperbaiki dan diselamatkan,” tuturnya.

Prabowo lalu berterima kasih kepada Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 RI. Ia mengatakan bahwa SBY memimpin Indonesia di saat krisis yang sangat berat seperti menghadapi tsunami. Selain itu, bersama wapres Jusuf Kalla menyelesaikan pertikaian di Aceh yang sudah berjalan begitu lama.
"Mereka semua memiliki sumbangsih terhadap apa yang sekarang kita nikmati," ujarnya.

Akhirnya, Prabowo menyampaikan terima kasih kepada Joko Widodo dan mantan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ia memuji kenegarawanan dan kepemimpinan mereka yang menakhodai RI melewati krisis-krisis yang sungguh berat.

"Saya ingat waktu Covid, kita bahkan keluar rumah takut. Beliau menolak lockdown karena khawatir dampaknya pada warung Tegal dan ojol. Dengan demikian, saya berharap prestasi pemimpin-pemimpin kita tidak luput dari ingatan kita," imbuhnya.

"Pak Jokowi dan Profesor Ma'ruf Amin, Anda telah berjasa, Anda akan dikenang sebagai putra Indonesia yang terbaik," tandasnya.

Semoga ucapan terima kasih Prabowo kepada para pendahulunya dapat memperkuat spirit nasional dan mengingatkan betapa pentingnya perjuangan masa lalu dalam membangun Indonesia yang kuat dan adil. [dnl]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK