Profil dan Harta Kekayaan Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, Mendikti Saintek yang Jadi Sorotan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek). Selain rekam jejaknya…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek).
Selain rekam jejaknya yang cemerlang di dunia pendidikan tinggi, aksi demonstrasi para aparatur sipil negara (ASN) di kementeriannya juga memicu perhatian luas.
Prof. Satryo merupakan akademisi berpengalaman yang telah berkiprah puluhan tahun di bidang pendidikan dan riset.
Sebelum menjabat sebagai Mendikti Saintek, beliau pernah memimpin berbagai institusi strategis di Indonesia.
Dengan gelar doktoral di bidang teknik mesin dari luar negeri, beliau dikenal sebagai inovator dalam mengembangkan riset berbasis teknologi.
Kepemimpinannya di Kemendikti Saintek diawali dengan misi besar, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan penelitian agar mampu bersaing di tingkat global.
Namun, tantangan besar menghadangnya dengan adanya protes internal yang dipicu kebijakan rotasi pegawai.
Harta Kekayaan Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 20 Januari 2025, total harta kekayaan Prof. Satryo mencapai Rp46,05 miliar.
Tanah dan Bangunan
Senilai Rp33,65 miliar, tersebar di berbagai lokasi strategis seperti Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Kota Buleleng, dan Kota Tangerang. Seluruh aset ini diperoleh dari hasil kerja keras sendiri.
Kendaraan Bermotor
Koleksi kendaraan milik beliau mencakup:
Ford Escape 2.3L Limited AT (2011): Rp100 juta
BMW X3 (2016): Rp400 juta
Toyota Innova Reborn (2020): Rp200 juta
BYD Seal (2024): Rp700 juta
Kas dan Setara Kas
Tabungan beliau mencapai Rp11 miliar.
Menariknya, beliau tidak memiliki harta bergerak lainnya, surat berharga, atau aset tambahan.
Aksi Demonstrasi ASN di Kemendikti Saintek
Pada 20 Januari 2025, puluhan ASN menggelar protes di lobi utama Gedung D Kemendikti Saintek.
Mereka menuntut keadilan atas pemecatan salah satu pegawai senior, Neni Herlina, yang telah mengabdi selama 24 tahun.
Aksi yang disebut "Senin Hitam" ini mendapat perhatian luas karena melibatkan tuntutan terhadap kepemimpinan Prof. Satryo.
Tanggapan dan Langkah Menteri Satryo
Menanggapi protes tersebut, Prof. Satryo menyatakan bahwa kebijakan rotasi dan mutasi adalah langkah reformasi internal untuk efisiensi sesuai arahan Presiden.
Beliau membantah tuduhan bersikap arogan dan menegaskan bahwa langkah ini diambil demi kebaikan kementerian secara keseluruhan.
Pihak Istana melalui Tenaga Ahli Utama KSP juga menyarankan dialog konstruktif untuk menyelesaikan dinamika internal tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.