Fakta Nasional

Profil Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN yang Disorot Usai OTT KPK

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap di lingkungan kementeria…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 19 September 2026 📖 2 menit
Profil Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN yang Disorot Usai OTT KPK
Nusron Wahid Akhirnya Buka Suara soal Kasus KPK di ATR/BPN/(Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap di lingkungan kementeriannya.

KPK sebelumnya melakukan OTT di kawasan Jabodetabek pada 14 September 2026.

Sehari kemudian, KPK menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan suap di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

Nusron menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan dan menyerahkan penanganannya kepada KPK.

“Kami ikuti prosesnya ini dan kami serahkan sepenuhnya kepada KPK sebagai aparat penegak hukum,” katanya, dikutip dari TirtoJumat (18/9/2026).

Nusron Wahid lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 12 Oktober 1973. Ia menempuh pendidikan di MI Miftahut Tholibin Mejobo, MTs Qudsiyyah Kauman Menara Kudus, dan SMA NU Al-Ma’ruf Kudus.

Ia kemudian menyelesaikan pendidikan Ilmu Sejarah di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Ilmu Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor pada 2011.

Sebelum aktif di pemerintahan dan politik, Nusron pernah menjadi wartawan Harian Bisnis Indonesia pada 1995-1999, peneliti, serta dosen Universitas Indonesia.

Karier pemerintahan Nusron antara lain sebagai Staf Ahli Kementerian BUMN pada 2000-2001 dan Staf Ahli Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada 2001-2002.

Di organisasi, ia pernah menjabat Ketua Umum PMII periode 2000-2003 dan Ketua Umum GP Ansor 2011-2016. Ia juga pernah menjadi pengurus PB PBSI serta Wakil Ketua Umum PBNU periode 2022-2024.

Dalam politik, Nusron terpilih menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar pada Pemilu 2004 dan kembali terpilih pada periode berikutnya. Presiden Joko Widodo kemudian menunjuknya sebagai Kepala BNP2TKI periode 2014-2019.

Pada 21 Oktober 2024, Nusron dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri ATR/Kepala BPN.

Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 26 Maret 2026 untuk laporan periodik 2025, Nusron mencatat total harta kekayaan bersih sebesar Rp22.762.598.724.

Sebanyak 23 aset tanah dan bangunan yang tersebar di Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, dan Kudus bernilai total Rp16.944.912.556.

Untuk alat transportasi dan mesin, Nusron melaporkan kekayaan senilai Rp1.776.377.000, terdiri dari empat mobil. Ia juga mencatat harta bergerak lainnya Rp397.610.000, surat berharga Rp650.796.198, serta kas dan setara kas Rp4.092.902.970.

Jika dihitung sebelum utang, total hartanya mencapai Rp23.862.598.724. Setelah dikurangi utang Rp1,1 miliar, nilai kekayaan bersih yang tercantum dalam LHKPN menjadi Rp22.762.598.724.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK