Fakta Nasional

Program 100 Hari Komjen Suyudi: Berantas Judi Daring hingga Perkuat Polsek

FAKTANASIONAL.NET - Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto memaparkan sejumlah program yang akan menjadi prioritas dalam 100 hari pertama kepemimpinannya jika ditetapkan sebagai Kapolri. Program tersebut disampaikan Suyudi dalam uji kelayakan dan kep…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 01 October 2026 📖 1 menit
Program 100 Hari Komjen Suyudi: Berantas Judi Daring hingga Perkuat Polsek
Komjen Suyudi Ario Seto /(foto: Instagram)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Calon Kapolri Komjen Suyudi Ario Seto memaparkan sejumlah program yang akan menjadi prioritas dalam 100 hari pertama kepemimpinannya jika ditetapkan sebagai Kapolri.

Program tersebut disampaikan Suyudi dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Kamis, 1 Oktober 2026.

Fokus yang disiapkan meliputi pemberantasan judi daring, penipuan digital, narkoba, hingga penguatan struktur kepolisian di tingkat Polres dan Polsek.

Dikutip dari Kompas.com, Suyudi menyebut program 100 hari tersebut sebagai quick wins yang diarahkan untuk meningkatkan keamanan ruang publik sekaligus memperbaiki pelayanan kepolisian.

"Quick wins 100 hari. Mulai dari ruang publik aman, pemberantasan dan pemulihan kawasan narkoba, bersih judi daring dan penipuan digital," ujar Suyudi.

Suyudi juga menjanjikan peningkatan pelayanan kepada masyarakat melalui respons cepat layanan 110 dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang ramah terhadap korban.

Selain itu, kepastian pelacakan perkara melalui Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) menjadi bagian dari agenda 100 hari pertama.

"110 respons cepat dan SPKT ramah korban, perkara terlacak SP2HP pasti, bersih ke dalam, Polres kuat Polsek tangguh," kata Suyudi.

Agenda lainnya mencakup harmonisasi SOP dengan KUHAP baru dan HAM, UUP baru, serta penerapan scientific investigation.

Suyudi membagi pelaksanaan program menjadi tiga tahap. Hari pertama hingga ke-30 diarahkan untuk mengetahui kondisi sebenarnya di tubuh Polri, menetapkan komando perubahan, dan membangun baseline.

"Hari ke-31 sampai 60: Yaitu menguji perbaikan," ujar dia.

Selanjutnya, pada hari ke-61 hingga ke-100, hasil perbaikan akan dilihat sekaligus dilakukan koreksi terhadap kegagalan.

"Hari ke-61 ke 100: Memperlihatkan hasil dan mengoreksi kegagalan," kata Suyudi.

Suyudi menegaskan, 100 hari pertama bukan sekadar momentum mengumumkan banyak program.

"100 hari pertama bukan panggung untuk mengumumkan sebanyak mungkin program. 100 hari pertama adalah fase membuktikan arah," kata Suyudi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengirimkan Surpres Nomor R57/Surpres/09/2026 tertanggal 30 September 2026 kepada DPR terkait usulan pemberhentian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan pengangkatan Kapolri baru.

Habiburokhman mengatakan Komisi III DPR kemudian ditugaskan melakukan uji kelayakan terhadap Suyudi yang saat itu menjabat Kepala BNN.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK