Program Makan Bergizi Gratis: Langkah Nyata Mengurangi Kesenjangan Gizi di Indonesia
JAKARTA, FAKTNASIONAL.NET - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif unggulan dari Presiden Prabowo Subianto, akan mulai dilaksanakan pada Senin, 6 Januari 2025. Program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan gizi, meningkatkan kuali…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTNASIONAL.NET - Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah inisiatif unggulan dari Presiden Prabowo Subianto, akan mulai dilaksanakan pada Senin, 6 Januari 2025.
Program ini bertujuan untuk mengurangi kesenjangan gizi, meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, dan mencetak generasi sumber daya manusia unggul.
Pelaksanaan tahap awal akan mencakup 26 provinsi, dari Aceh hingga Papua, dengan fokus utama di Pulau Jawa.
Pada tahap pertama, program ini akan melibatkan 102 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Jawa, yang menjadi wilayah prioritas mengingat mayoritas anak sekolah berada di sini.
Jawa Barat tercatat memiliki jumlah SPPG terbanyak, yakni 54 lokasi, tersebar di beberapa daerah seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur masing-masing memiliki 37 dan 30 SPPG.
Menurut Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, program ini juga menyasar sekolah, pesantren, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Pelaksanaan akan berlangsung bertahap, dengan target awal 3 juta penerima manfaat pada Januari-Maret 2025, meningkat menjadi 6 juta pada April-Juni 2025, dan mencapai 15-17 juta penerima hingga akhir 2025.
Program MBG memiliki alokasi anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk tahun 2025, dengan dana Rp 10.000 per anak setiap hari.
Dadan menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan asupan gizi yang seimbang kepada anak-anak dan kelompok rentan lainnya, guna mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendukung kemampuan belajar anak-anak.
Pelaksanaan program ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena sejalan dengan tujuan pembangunan nasional.
Namun, tantangan seperti distribusi logistik, pengawasan pelaksanaan, dan pelibatan masyarakat menjadi hal yang harus diatasi untuk memastikan keberhasilan program ini.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.