Program MBG OTW Arab Saudi
FAKTANASIONAL.NET - Gema program pemenuhan gizi yang dicanangkan pemerintah ternyata telah melintasi batas negara. Hal ini terbukti ketika Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melakukan inspeksi langsung ke Sekolah Indonesia Jeddah (SI…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Gema program pemenuhan gizi yang dicanangkan pemerintah ternyata telah melintasi batas negara.
Hal ini terbukti ketika Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melakukan inspeksi langsung ke Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) di Arab Saudi.
Dilansir dari detik pada Selasa, 2 Juni 2026, kunjungan tersebut disambut oleh gelombang antusiasme luar biasa dari para tenaga pendidik dan ratusan siswa setempat.
Kehadiran delegasi pemerintah pusat ini memantik harapan baru bagi para pelajar agar kebijakan kesejahteraan di Tanah Air dapat diimplementasikan hingga ke wilayah perantauan.
Dalam pertemuannya yang dihadiri oleh sekitar 100 siswa dan 56 guru pendamping, Dadan Hindayana menerima permintaan spontan dari para pelajar yang menginginkan kesetaraan akses terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti rekan sejawat mereka di Indonesia.
Sekolah Indonesia Jeddah sendiri menjadi pusat pendidikan krusial bagi sedikitnya 1.081 anak-anak dari keluarga pekerja migran Indonesia.
Merespons tingginya animo tersebut, Dadan menilai gagasan perluasan distribusi gizi ini sebagai sebuah inisiatif mulia yang mampu menopang masa depan dan kualitas sumber daya manusia para generasi penerus di luar negeri.
Meskipun ide ini sangat prospektif, Kepala BGN menegaskan bahwa realisasi program tersebut masih memerlukan proses eskalasi birokrasi di tingkat eksekutif.
Dadan berencana akan segera membawa hasil temuannya ini ke meja kepresidenan untuk dilaporkan secara komprehensif kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pihaknya akan mengkaji kelayakan pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi secara khusus di fasilitas pendidikan Jeddah.
Jika disetujui, skema intervensi gizi ini tidak hanya akan berhenti di Arab Saudi. Rencana strategis ini berpotensi diadopsi sebagai proyek percontohan berskala global yang akan menjangkau titik-titik konsentrasi pekerja migran Indonesia lainnya, termasuk di sektor perkebunan dan pusat industri wilayah Malaysia.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.