Fakta Nasional

Proyek Strategis Nasional Tol Muara Enim–Prabumulih Masuki Babak Baru, Hutama Karya Targetkan Koordinasi Pasca-Lebaran

FAKTANASIONAL.NET, NASIONAL – Harapan masyarakat Sumatera Selatan untuk melihat kelanjutan pembangunan Jalan Tol Muara Enim–Prabumulih kini menemui titik terang. Proyek yang sempat lama tertunda ini dipastikan akan dilanjutkan kembali pada tahun 202…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 23 February 2026 📖 2 menit
Proyek Strategis Nasional Tol Muara Enim–Prabumulih Masuki Babak Baru, Hutama Karya Targetkan Koordinasi Pasca-Lebaran
Jalan Tol Trans Sumatera. (Dok. Hutama Karya)
) -->

FAKTANASIONAL.NET, NASIONAL – Harapan masyarakat Sumatera Selatan untuk melihat kelanjutan pembangunan Jalan Tol Muara Enim–Prabumulih kini menemui titik terang.

Proyek yang sempat lama tertunda ini dipastikan akan dilanjutkan kembali pada tahun 2026 setelah adanya komunikasi tingkat tinggi antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Pemerintah Pusat.

Langkah konkret kelanjutan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini menjadi agenda utama usai pertemuan antara Bupati Muara Enim, Edison, dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dalam pertemuan tersebut, Menko AHY memberikan instruksi strategis terkait mekanisme pembiayaan dan pelaksanaan fisik proyek. Pemerintah daerah diarahkan untuk segera merapatkan barisan dengan badan usaha milik negara (BUMN) pelaksana.

“Saya sudah menghadap langsung dan menyampaikan kondisi terkini di lapangan,” ujar Edison Minggu, (22/2/2026).

Menurut Edison, Menko AHY mengarahkan agar setelah Lebaran Idulfitri 1447 H dilakukan koordinasi lanjutan dengan PT Hutama Karya (Persero). Pemilihan waktu pasca-Lebaran ini krusial untuk memastikan kesiapan teknis sebelum alat berat kembali dikerahkan ke lokasi proyek.

Baca Juga: Resmi Jadi Perseroda, Bank Kalbar Perkuat Tata Kelola dan Posisi Saham Pemerintah Daerah

“Karena Hutama Karya selaku pihak yang akan membangun sekaligus membiayai proyek Jalan Tol Muara Enim–Prabumulih,” katanya menambahkan.

Sinyal dimulainya kembali proyek ini sebenarnya sudah terlihat dari aktivitas di lapangan beberapa waktu terakhir. Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama PT Hutama Karya dikabarkan telah turun ke lokasi untuk melakukan analisis kondisi terakhir proyek guna memastikan tata kelola yang transparan.

Saat ini, fokus utama tim teknis adalah menghitung ulang kebutuhan anggaran agar sesuai dengan kondisi terkini. Hal ini penting mengingat Tol Muara Enim–Prabumulih merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memerlukan kepastian alokasi dana yang tepat guna.

Bupati Muara Enim berharap agar momentum ini tidak lagi terhambat kendala teknis maupun administratif.

“Jalan tol ini sangat dinantikan masyarakat, apalagi pembangunannya sudah cukup lama tertunda,” ungkap orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang tersebut.

Kehadiran tol ini diproyeksikan tidak hanya sekadar memperpendek waktu tempuh, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi baru di Sumatera Selatan. Sebagai bagian dari JTTS, Tol Muara Enim–Prabumulih akan berfungsi sebagai:

  • Penghubung Vital: Menghubungkan Muara Enim dengan wilayah kabupaten dan kota di sekitarnya secara lebih efisien.

  • Urat Nadi Logistik: Memperlancar arus distribusi barang dan jasa guna menekan biaya operasional transportasi di wilayah tersebut.

  • Konektivitas Daerah: Meningkatkan mobilitas masyarakat dan membuka potensi ekonomi baru di sepanjang koridor jalan tol.

Dengan kepastian jadwal yang kini dipegang pemerintah daerah, pembangunan tol ini diharapkan dapat berjalan sesuai target pemerintah pusat demi mewujudkan konektivitas Sumatera yang terintegrasi.

Baca Juga: Ini Rekomendasikan Bagi Pemudik yang Ingin Berburu Kuliner Khas Daerah di Sekitar Jalan Tol Trans Sumatera


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK