Proyeksi Keuangan Cemerlang GMFI 2025
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menegaskan optimisme tinggi dalam memproyeksikan kinerja keuangan tahun 2025, dengan target pendapatan mencapai US $ 416,9 juta dan laba bersih US $ 27,1 juta. Keyakina…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menegaskan optimisme tinggi dalam memproyeksikan kinerja keuangan tahun 2025, dengan target pendapatan mencapai US $ 416,9 juta dan laba bersih US $ 27,1 juta.
Keyakinan ini didasarkan pada hasil positif hingga April 2025, di mana pendapatan telah mencapai US $ 125,86 juta atau sekitar 95 % dari target kuartalan.
EBITDA sebesar US $ 19,82 juta dan laba bersih US $ 4,61 juta menjadi fondasi kuat untuk mencapai target tahunan. Ekspansi layanan yang merambah ke sektor industri dan pertahanan, selain layanan perawatan pesawat, menjadi pilar utama strategi.
Bisnis GMFI selama ini dikenal unggul dalam pemeliharaan komprehensif pesawat narrow-body, namun selama 2024 GMFI juga berhasil menggarap proyek perawatan pesawat wide-body internasional, antara lain Airbus A330-900 milik Cebu Pacific dan A330-243 milik Fiji Airways.
Keberhasilan ini semakin menegaskan eksistensi GMFI sebagai pemain kunci di kawasan Asia Pasifik.
Seiring kompetisi di sektor MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) yang semakin ketat, GMFI memperluas portofolio layanannya ke sektor industri, seperti pemeliharaan turbin dan generator untuk PLN Batam, serta proyek strategis bersama PT Kilang Pertamina Internasional.
Tidak hanya itu, GMFI juga menjalin kerja sama dalam modernisasi pesawat Hercules C-130H, perawatan helikopter Bell 412 milik TNI AU, hingga total maintenance pesawat Kepresidenan.
Diversifikasi ini diharapkan memberi kontribusi signifikan pada pendapatan non-aviasi, sekaligus mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis layanan.
Fondasi Kuat Berkat Optimalisasi Kapasitas dan Eksekusi Konsisten
Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi, memaparkan bahwa optimalisasi kapasitas hangar dan penambahan shift kerja, didukung peningkatan kapabilitas teknis tim bengkel, telah membuat rasio utilisasi fasilitas MRO lebih tinggi.
“Kinerja positif hingga April 2025 menunjukkan konsistensi eksekusi lintas unit bisnis kami. Tim teknis, operasional, dan komersial bekerja sinergis untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujarnya. Dengan rasio utilisasi yang terus meningkat, GMFI diharapkan mampu menampung lebih banyak pesawat untuk perawatan rutin maupun overhaul besar.
Keputusan Strategis RUPST dan RUPSLB yang Memperkuat Tata Kelola
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2025, GMFI mendapatkan persetujuan laporan keuangan 2024, penggunaan laba bersih, serta penetapan tantiem dan remunerasi direksi-komisaris.
Pemegang saham juga menyetujui penunjukan auditor eksternal untuk tahun buku 2025.
Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menghasilkan perubahan struktur komisaris, di antaranya penunjukan Oki Yanuar sebagai Komisaris Utama, didampingi Dean Arslan dan Giring Ganesha Djumaryo. Struktur direksi tetap di bawah kepemimpinan Andi Fahrurrozi sebagai Direktur Utama, bersama Bobi Gumelar Respati (Direktur Base Management), Mukhtaris (Direktur Line Operation), Mitra Piranti (Direktur SDM), dan Tri Hartono (Direktur Keuangan).
Perombakan ini diharapkan memperkuat tata kelola dan menghasilkan keputusan strategis yang lebih cepat dan akurat.
Dengan fondasi keuangan yang makin solid, didukung diversifikasi bisnis, serta struktur tata kelola yang diperbarui, GMFI menatap tahun 2025 dengan penuh semangat untuk mencapai target pendapatan US $ 416,9 juta dan laba bersih US $ 27,1 juta.
GMFI siap menjadi mitra strategis di sektor aviasi, industri, dan pertahanan, sekaligus memberi nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham dan stakeholder.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.