Fakta Nasional

Puan Akui Kekeliruan Anggota DPR, Minta Maaf dan Janji Perbaiki Sikap

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi atas masukan dari sejumlah tokoh lintas profesi dalam dialog yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Ia menekankan bahwa forum semacam ini penting untuk memp…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 06 September 2025 📖 1 menit
Puan Akui Kekeliruan Anggota DPR, Minta Maaf dan Janji Perbaiki Sikap
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal berdialog dengan sejumlah tokoh lintas profesi dalam dialog yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/9/2025)/Parlementaria.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan apresiasi atas masukan dari sejumlah tokoh lintas profesi dalam dialog yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Ia menekankan bahwa forum semacam ini penting untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap DPR.

“Terima kasih sudah hadir dan memberikan masukan di tengah situasi bangsa yang sedang berduka,” ujar Puan dikuti redaksi, Jumat (5/9/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Puan juga meminta maaf atas sikap maupun pernyataan sebagian anggota DPR yang belakangan dinilai menyinggung publik. Ia menegaskan bahwa tidak semua informasi yang beredar sesuai dengan fakta.

"Saya minta maaf jika ada anggota yang bertutur atau berlaku kurang berkenan. Memang ada beberapa informasi yang beredar, tapi tidak semuanya sesuai fakta,” ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Menko PMK itu.

Puan turut mengklarifikasi isu mengenai kenaikan gaji anggota DPR serta tunjangan perumahan. Menurutnya, DPR tidak pernah menaikkan gaji, sementara tunjangan perumahan sudah dihentikan sejak 31 Agustus 2025.

Selain itu, DPR juga telah memberlakukan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri, kecuali untuk agenda kenegaraan yang bersifat resmi.

Lebih lanjut, Puan menjelaskan DPR sedang menjalani proses transformasi kelembagaan, salah satunya melalui peningkatan transparansi dengan sistem digital. Semua laporan kegiatan dan rapat kini dapat diakses publik melalui situs resmi DPR.

“Kami serius melakukan transformasi. DPR harus lebih terbuka, aspiratif, dan akuntabel. Fokus kami adalah kualitas legislasi dan memastikan partisipasi publik yang bermakna dalam pembahasan undang-undang,” jelasnya.

Sementara itu, Siti Zuhro dari Majelis Mujadalah Kiai Kampung menyampaikan bahwa DPR harus tampil lebih partisipatif dan tidak elitis. Ia menegaskan perlunya komunikasi dua arah antara parlemen dan masyarakat hingga ke tingkat lokal.

“Kami berharap DPR menjalankan fungsi representasi dan pengawasan secara efektif. Ini momentum agar DPR tidak lagi meleset dari amanah rakyat,” tegasnya.

Pertemuan selama sekitar dua jam tersebut juga dihadiri oleh tokoh-tokoh lain, seperti KH Marsudi Syuhud (MUI/NU), mantan Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi, serta pakar komunikasi Effendi Gazali. Dari pihak DPR, Puan didampingi Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK