Pulau Jawa Berisiko Tinggi Menghadapi Krisis Air Bersih 2026
FAKTANASIONAL.NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama dan lebih kering dari biasanya. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan krisis air bersih, terutama d…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih lama dan lebih kering dari biasanya.
Kondisi ini memicu kekhawatiran serius akan krisis air bersih, terutama di Pulau Jawa.
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas, Dadang Jainal Mutaqin, menegaskan bahwa meskipun secara nasional ketersediaan air relatif aman, wilayah Jawa secara spesifik berada dalam zona kritis, dilansir 30/5 dari CNBC.
Beberapa wilayah di Pulau Jawa telah diidentifikasi memiliki risiko tinggi. Di DKI Jakarta, penurunan muka tanah akibat ekstraksi air tanah berlebih dan pencemaran menjadi pemicu utama.
Sementara di Jawa Barat, 93% wilayah diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal, mencakup Bandung, Tasikmalaya, dan Sukabumi.
Jawa Tengah bahkan telah menyiapkan cadangan air bersih sebanyak 123 juta liter untuk mengantisipasi kekeringan di daerah langganan seperti Grobogan dan Blora.
Jawa Timur juga menjadi sorotan karena tingginya serapan air untuk sektor pertanian yang mencapai 80% dari total volume air regional.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.