Pulau Sertung dan Rakata Disisir, 5 Wartawan dan 3 Kru Tetap Belum Ketemu
FAKTANASIONAL.NET - Tim SAR gabungan memperluas area pencarian delapan korban hilang kapal cepat Arupadhatu 1 hingga ke daratan sejumlah pulau di Selat Sunda. Langkah ini dilakukan pada hari keempat operasi pencarian, Jumat (11/9/2026), setelah kond…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Tim SAR gabungan memperluas area pencarian delapan korban hilang kapal cepat Arupadhatu 1 hingga ke daratan sejumlah pulau di Selat Sunda.
Langkah ini dilakukan pada hari keempat operasi pencarian, Jumat (11/9/2026), setelah kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau dinilai kondusif.
BACA JUGA
Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Speedboat di Seputar Anak Krakatau Hari ke-5 Nihil
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa cuaca yang mendukung memungkinkan tim SAR mendekati dan menyisir wilayah Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang. Penyisiran tersebut melibatkan KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, serta RIB 02 Lampung.
“Teman-teman bisa merapat di ketiga pulau tersebut dan naik ke daratan untuk mencari tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Al Amrad.
Penyisiran di daratan ketiga pulau tersebut berlangsung selama kurang lebih tiga jam dengan pengawasan KN SAR Tetuka. Usai penyisiran, RIB 02 Lampung kembali ke Sangiang, RIB 02 Banten menuju Dermaga Marina, dan KN SAR Tetuka bertolak ke Dermaga Ciwandan.
BACA JUGA
Forum Pimred Multimedia dan Polri Sepakat Perkuat Keselamatan Wartawan di Lapangan
Identitas 8 Korban Hilang
Delapan penumpang kapal cepat Arupadhatu 1 yang masih dalam pencarian terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Jurnalis:
M. Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Antara)
Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka.com)
Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews.id)
Firman Daus (Jurnalis Anadolu Agency)
Donal Husni (Jurnalis freelance)
Awak & Pemandu Kapal:
Warta (55) – Kapten Kapal
Surakman (60) – ABK
Heriyanto (49) – Pemandu
Kondisi Cuaca dan Pemantauan Gunung Anak Krakatau
Sebelum menerjunkan personel, Basarnas telah berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk memetakan sektor pencarian serta memastikan keamanan tim di lapangan.
Berdasarkan laporan BMKG, ketinggian gelombang di area pencarian berkisar antara 0,5 hingga 2 meter, dengan kecepatan angin 10–20 knot ke arah barat daya. Sementara itu, pantauan PVMBG mengonfirmasi tidak ada aktivitas erupsi dari Gunung Anak Krakatau sepanjang hari.
“Alhamdulillah, hingga sore ini operasi dari tim SAR gabungan Polri, Basarnas, dan SAR Lampung berjalan lancar dan aman,” tambah Al Amrad.
BACA JUGA
Hari ke-4 Pencarian 5 Wartawan Hilang di Anak Krakatau, SAR Kerahkan 300 Personil
Pencarian Dibagi Menjadi 4 Sektor
Operasi pencarian jalur laut pada hari keempat ini dibagi menjadi empat sektor utama:
Sektor A: KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Paot menyisir area Teluk Lampung hingga Pulau Legundi. KAL Paot juga berkoordinasi dengan kapal-kapal nelayan setempat.
Sektor B: Melibatkan KAL Anyar, KRI Lodyar, dan penyisiran tambahan dari RIB Gunung Sari. KRI Lodyar menuju titik aman lego jangkar untuk persiapan operasi hari berikutnya.
Sektor C: KN SAR Basudewa Lampung menyisir wilayah barat laut Lampung, sedangkan RIB 02 Lampung bergerak di sekitar Pulau Sangiang, Pulau Sertung, dan Pulau Rakata.
Sektor D: Unsur KAL dan KP bergerak langsung dari Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, menuju lokasi pencarian.
BACA JUGA
Prabowo Perintahkan KSAL Kerahkan 11 Kapal Gabungan Cari Wartawan Peliput Anak Krakatau yang Hilang
Selain jalur laut dan darat, pencarian udara juga dikerahkan menggunakan helikopter HR-3604. Helikopter menyisir area sekitar titik terakhir kapal dilaporkan (Last Known Position/LKP) dan titik duga hilang kontak selama kurang lebih satu jam sebelum mendarat kembali pukul 17.00 WIB.
Pencarian hari keempat resmi ditutup sore hari dan seluruh unsur SAR telah kembali ke posko masing-masing. Operasi SAR akan dilanjutkan pada hari kelima dengan tetap mengedepankan pantauan cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.