Fakta Nasional

Pulihkan Kerugian Negara, Kejagung Telusuri Perusahaan Lain Milik Riza Chalid

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menelusuri perusahaan-perusahaan lain yang diduga terkait dengan tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah PT Pertamina (Persero), Mohammad Riza Chalid. Selama ini, baru…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Editor Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 20 September 2025 📖 1 menit
Pulihkan Kerugian Negara, Kejagung Telusuri Perusahaan Lain Milik Riza Chalid
Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna/net.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menelusuri perusahaan-perusahaan lain yang diduga terkait dengan tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah PT Pertamina (Persero), Mohammad Riza Chalid.

Selama ini, baru PT Orbit Terminal Merak (OTM) yang teridentifikasi sebagai miliknya dan dipimpin anaknya, Muhammad Kerry Adrianto Riza.

“Kami juga akan melakukan penindakan jika ada perusahaan-perusahaan lain yang terafiliasi,” kata Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna kepada wartawan, Jumat (19/9/2025).

Selain perusahaan, penyidik turut menelusuri aset-aset Riza, termasuk yang berada di luar negeri, untuk memulihkan kerugian negara.

Sejalan dengan itu, Interpol Pusat di Lyon, Prancis, juga telah menerima permohonan red notice bagi Riza yang hingga kini masih berada di luar negeri.

"Informasi terakhir dari NCB dari Indonesia sudah diteruskan ke pusat, ke Lyon, Perancis. Tinggal kita menunggu kabar tindak lanjutnya dari Interpol Pusat Yang berada di Lyon, Perancis," tutur Anang.

Dalam kasus ini, Kejagung turut mengajukan pencegahan terhadap Irawan Prakoso, pihak yang disebut berafiliasi dengan Riza Chalid. Irawan kerap mangkir dari panggilan penyidik karena berada di luar negeri.

Sejumlah kendaraan milik Riza yang dititipkan padanya sebelumnya juga sudah disita penyidik.[zul]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK