Purbaya Dicopot Bukan karena Gagal, Bakom: Beliau Pencetak Gol Ulung
FAKTANASIONAL.NET – Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) kembali menjadi sorotan. Namun, Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Fithra Faisal menegaskan bahwa pencopotan Purbaya bukan disebabkan kegagalan me…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Pergantian Purbaya Yudhi Sadewa dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) kembali menjadi sorotan.
Namun, Tenaga Ahli Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Fithra Faisal menegaskan bahwa pencopotan Purbaya bukan disebabkan kegagalan memenuhi target ekonomi maupun persoalan kinerja.
Dikutip Redaksi dari SINDOnews, Jumat, 18 September 2026, Fithra justru menggambarkan Purbaya sebagai sosok yang mampu menjalankan perannya dengan baik selama memimpin Kementerian Keuangan.
Menurut Fithra, pergantian tersebut tidak tepat jika langsung dikaitkan dengan kegagalan mencapai ekspektasi Presiden Prabowo Subianto.
Ia menggunakan analogi pertandingan sepak bola untuk menggambarkan situasi yang dialami Purbaya.
"Bayangkan dalam sebuah pertandingan sepak bola, Kylian Mbappe mencetak dua gol, dan ketika dia sedang merayakan gol, tiba-tiba (pelatih) Mourinho langsung memanggilnya untuk melakukan pergantian pemain. Itu yang juga terjadi dengan Pak Purbaya, tidak ada masalah. Beliau adalah pencetak gol ulung," kata Fithra dalam program Interupsi, Kamis (17/9/2026) malam.
Fithra kemudian menunjuk sejumlah indikator makroekonomi sebagai gambaran bahwa perekonomian nasional tetap menunjukkan perkembangan positif selama periode kepemimpinan Purbaya.
Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Sementara pada kuartal II berada di angka 5,29 persen.
Jika kedua periode tersebut dihitung secara rata-rata, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen.
"Kalau kita lihat bagaimana pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I sebesar 5,61 persen, kuartal II sebesar 5,29 persen, dan secara rata-rata semester I mencapai 5,45 persen. Itu sudah di atas rata-rata 10 tahun terakhir," ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi dasar Fithra untuk membantah anggapan bahwa pergantian Purbaya berkaitan dengan kegagalan ekonomi.
Meski demikian, pergantian menteri tetap menjadi bagian dari keputusan politik pemerintahan dan dapat memiliki pertimbangan yang lebih luas di luar indikator ekonomi.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.