Fakta Nasional

Purbaya Dicopot, Pernyataan soal Pajak dan Bea Cukai Kembali Disorot

FAKTANASIONAL.NET - Nama Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan setelah dirinya mendadak dicopot dari jabatan Menteri Keuangan pada 14 September 2026. Jauh sebelum pencopotan tersebut, Purbaya sempat berbicara mengenai sektor perpajakan dan ke…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 15 September 2026 📖 1 menit
Purbaya Dicopot, Pernyataan soal Pajak dan Bea Cukai Kembali Disorot
Purbaya Dicopot, Pernyataan soal Pajak dan Bea Cukai Kembali Disorot/Instagram

FAKTANASIONAL.NET - Nama Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan setelah dirinya mendadak dicopot dari jabatan Menteri Keuangan pada 14 September 2026.

Jauh sebelum pencopotan tersebut, Purbaya sempat berbicara mengenai sektor perpajakan dan kepabeanan.

Dalam podcast Denny Sumargo pada 2 Juli 2026, Purbaya menyebut Pajak dan Bea Cukai sebagai institusi yang selama ini menjadi "tempat terlindung" dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, maupun lembaga lainnya.

Pernyataan itu kembali menarik perhatian setelah Purbaya, ketika dipercaya menjabat Menteri Keuangan, justru mulai masuk dan melakukan pembenahan terhadap dua institusi tersebut.

Pencopotan Purbaya pada 14 September 2026 kemudian memunculkan pertanyaan di ruang publik.

Apakah keputusan tersebut berkaitan dengan langkahnya membenahi Pajak dan Bea Cukai serta pernyataannya pada 2 Juli 2026?

Atau, pencopotan tersebut sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan lain?

Hingga saat ini belum terdapat penjelasan yang memastikan adanya hubungan langsung antara pernyataan Purbaya mengenai Pajak dan Bea Cukai dengan pencopotannya sebagai Menteri Keuangan.

Rangkaian peristiwa tersebut menjadi perhatian karena terjadi dalam rentang waktu yang relatif dekat dan melibatkan isu penting mengenai pengawasan serta pembenahan institusi perpajakan dan kepabeanan.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK