Fakta Nasional

Purbaya Sudah Prediksi Reshuffle, Kans Dicopot Ternyata 50:50

FAKTANASIONAL.NET - Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa kemungkinan dirinya dicopot dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) sebenarnya sudah sempat ia perhitungkan. Bahkan sebelum keputusan pergantian diumumkan, ia memperkirakan peluang terkena resh…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 16 September 2026 📖 2 menit
Purbaya Sudah Prediksi Reshuffle, Kans Dicopot Ternyata 50:50
Purbaya Dicopot Saat Masih Rapat Sebagai Menkeu dengan DPR RI/Instagram
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa kemungkinan dirinya dicopot dari posisi Menteri Keuangan (Menkeu) sebenarnya sudah sempat ia perhitungkan.

Bahkan sebelum keputusan pergantian diumumkan, ia memperkirakan peluang terkena reshuffle berada di angka 50:50.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya setelah serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Dikutip dari CNN Indonesia pada Selasa, 15 September 2026, Purbaya mengatakan perkiraan tersebut bukan sekadar berdasarkan firasat pribadi.

"Ya kita udah hitung-hitung (kena reshuffle), kira-kira 50-50 lah. Tapi baru tahunya waktu itu," ujar Purbaya kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa penilaiannya mengenai peluang reshuffle tidak muncul hanya karena feeling.

Menurut Purbaya, ada perhitungan tertentu yang membuatnya melihat kemungkinan pergantian jabatan tersebut cukup terbuka.

"Itu feeling-nya gak ada, cuman ada hitungan saya, ada sesuatu yang mungkin 50-50 kansnya," katanya.

Ketika ditanya lebih jauh mengenai dasar perhitungan tersebut, Purbaya memilih tidak membeberkannya. Ia menegaskan keputusan mengenai pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

"Nggak tahu, mesti nanya Pak Presiden itu. Tapi kan bisa lihat dari omongannya, oh 50-50, ya udah," ujarnya.

Purbaya juga membantah bahwa pencopotannya berkaitan dengan persoalan kebijakan selama memimpin Kementerian Keuangan. Ia mengatakan kebijakan kementerian selama ini dijalankan dengan mengikuti arahan Presiden.

"Nggak ada, kebijakan kita kan ikuti semua kebijakan presiden. Aman lah itu," katanya.

Ia sekaligus menepis dugaan adanya gesekan dengan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan yang menjadi penyebab dirinya diganti.

"Gesekan nggak ada. Yang jelas itu hak prerogatif presiden yang presiden sudah putuskan setahun ini udah cukup," tutur Purbaya.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mencopot Purbaya sebagai Menteri Keuangan dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya.

Pergantian tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 97p Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam Sisa Masa Jabatan Periode Tahun 2024-2029.

Purbaya menjabat Menteri Keuangan sejak 8 September 2025 setelah menggantikan Sri Mulyani. Sebelum masuk kabinet, ia merupakan Ketua Dewan Komisioner LPS.

Usai kehilangan jabatan tersebut, Purbaya menyatakan tidak memiliki keinginan untuk kembali menjadi menteri maupun pejabat negara.

"Enggak lah. Baru dipecat. Masa jadi menteri lagi," ujarnya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK