Fakta Nasional

Rampung Diverifikasi, Kementan Pastikan 39.861 Bibit Kelapa di Sulut Sehat dan Siap Salur ke Petani

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan sebanyak 39.861 batang bibit kelapa di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini dalam kondisi siap salur kepada kelompok tani setelah sukses melewati proses verifikasi lapangan yang ketat.…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Friday, 22 May 2026 📖 3 menit
Rampung Diverifikasi, Kementan Pastikan 39.861 Bibit Kelapa di Sulut Sehat dan Siap Salur ke Petani
Petugas Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara saat melakukan verifikasi mutu dan kesehatan bibit kelapa di Kelurahan Bengkol, Mapanget, Manado. Sebanyak 39.861 batang bibit kelapa dinyatakan pulih dari serangan hama Brontispa sp. dan siap disalurkan ke peta…

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan sebanyak 39.861 batang bibit kelapa di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini dalam kondisi siap salur kepada kelompok tani setelah sukses melewati proses verifikasi lapangan yang ketat.

Puluhan ribu bibit tersebut dinyatakan telah memenuhi standar mutu, dalam kondisi sehat, serta sangat layak tanam guna menopang program hilirisasi komoditas perkebunan nasional.

Langkah pengawalan ketat ini dieksekusi oleh Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara.

Ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pembibitan kelapa di Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, pada awal Mei lalu.

Baca Juga: Lindungi Peternak Rakyat, Kementan Tetapkan Harga Minimal Ayam Hidup Rp19.500 per Kilogram

Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pengawasan lapangan secara langsung sangat krusial untuk memastikan seluruh program bantuan negara berjalan optimal tanpa celah.

“Sidak dimaksudkan bukan untuk mencari kesalahan tetapi untuk memperbaiki dan mengurangi kesalahan,” kata Mentan Amran menegaskan komitmen transparansinya.

Mentan Amran juga memperingatkan, apabila tim menemukan adanya ketidaksesuaian antara perencanaan program dengan realita kondisi vegetasi di lapangan, maka langkah perbaikan wajib dilakukan detik itu juga.

Hal ini demi mencegah munculnya kerugian kas negara sekaligus melindungi hak para petani agar tidak menerima bantuan yang berkualitas buruk.

Gerak Cepat Lakukan Verifikasi Lapangan

Merespons arahan tegas tersebut, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Fadjry Djufry menjelaskan bahwa jajarannya langsung menginstruksikan tim teknis untuk menghitung ulang volume serta mengecek status kesehatan bibit secara riil.

“BRMP bersama seluruh pihak terkait bergerak cepat melakukan verifikasi ulang jumlah dan kondisi bibit di lapangan. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memastikan program bantuan pemerintah berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujar Fadjry di Jakarta.

Menurut Fadjry, instruksi dari Mentan Amran menjadi momentum penting untuk memperketat tata kelola dan sistem pengawasan bantuan sosial pertanian, khususnya pada sektor pengembangan kelapa yang menjadi komoditas unggulan di Sulawesi Utara.

“Perbaikan dan pengawalan program harus terus dilakukan agar bantuan pemerintah benar-benar berkualitas, akuntabel, dan mampu mendukung peningkatan produksi serta kesejahteraan petani,” tambah Fadjry.

Secara teknis, BRMP Sulawesi Utara bersama instansi dinas terkait melakukan penyisiran verifikasi di dua klaster pembibitan utama, yakni di Kelurahan Bengkol (Kota Manado) dan Desa Suwaan, Kecamatan Airmadidi (Kabupaten Minahasa Utara).

Hasil rekonsiliasi data bersama para penyuluh pertanian mencatat total ada 39.861 batang bibit kelapa yang siap didistribusikan per plot data 16 Mei 2026.

Pulih dari Serangan Hama Brontispa sp.

Selain melakukan validasi jumlah fisik, tim gabungan juga memeriksa secara detail kondisi klinis tanaman kelapa yang sebelumnya sempat dilaporkan terdampak serangan hama Brontispa sp. (hama kumbang janur kelapa).

Hasil pengamatan berkala menunjukkan kabar positif, di mana kondisi kesehatan bibit berangsur membaik secara signifikan setelah dilakukan tindakan pengendalian proteksi tanaman secara intensif. Pemulihan ini ditandai dengan munculnya helai daun muda yang terbuka secara normal tanpa ada bercak kering gejala serangan hama, sehingga visual bibit kembali terlihat segar dan prima.

Kepala BRMP Sulawesi Utara, Steivie Karouw, menegaskan bahwa proses pendampingan kepada penangkar dan petani tidak akan putus di tengah jalan demi menjamin mutu komoditas saat ditanam massal nanti.

“Pengawalan dilakukan mulai dari verifikasi jumlah bibit, pengecekan kondisi pertumbuhan tanaman, hingga memastikan bibit yang disalurkan benar-benar sehat dan layak tanam,” pungkas Steivie.

Ke depan, koordinasi lintas instansi dan balai karantina akan terus diperketat agar pasokan bibit kelapa dari bumi Nyiur Melambai ini berjalan optimal, konsisten, serta terbebas dari ancaman penularan hama maupun penyakit endemik tanaman.

Baca Juga: Kementan Pacu Rehabilitasi 6.451 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Barat


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK