Rawan Penyelahgunaan, Legislator DKI Minta Disdukcapil Teliti Dalam Penertiban NIK
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Legislator DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) teliti dan berhati-hati saat penertiban Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sebab, saat ini cukup sulit menemukan penduduk de…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Legislator DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) teliti dan berhati-hati saat penertiban Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sebab, saat ini cukup sulit menemukan penduduk dewasa yang belum memiliki NIK.
“Karena itu, Dinas Dukcapil harus hati-hati untuk menerbitkan NIK baru bagi orang dewasa,” ujar Dwi Rio dalam keterangan resminya dikutip dari website DPRD DKI Jakarta, Selasa (03/09/2024).
Menurut Dwi Rio, saat ini bukanlah hal mustahil penyalahgunaan NIK dewasa dapat dilakukan. Apalagi, pada momen menjelang pesta demokrasi pemilihan kepala daerah serentak yang sebentar lagi dihelat.
“Terlebih sebentar lagi Pilkada Serentak 2024 akan berlangsung. Ini momen politik, jangan sampai data Dukcapil dinodai oleh kepentingan orang yang tidak bertanggungjawab,” tegas Dwi Rio.
Politikus PDI Perjuangan (PDIP) ini melihat, penertiban NIK baru bagi Warga Negara Indonesia yang sudah memiliki NIK sebelumnya justru menyulitkan penduduk itu sendiri. Terlebih, data kependudukan dikunci ketunggalannya dengan biometrik sidik jari dan iris mata.
“Jika ada WNI dewasa minta dibuatkan NIK baru, padahal sebelumnya sudah memiliki NIK, maka akan terjadi data ganda,” kata Dwi Rio
“Data ganda tidak bisa diterbitkan E-KTP-nya. Selain itu juga akan kesulitan mengakses layanan publik, karena datanya bermasalah,” sambung dia.
Lebih lanjut, Rio mengimbau masyarakat agar tidak mem-posting E-KTP, Kartu Keluarga (KK), dan dokumen lainnya di media sosial (Medsos). Sebab, rentan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Kehati-hatian dalam pelayanan, tentu sangat penting bagi jajaran Dinas Dukcapil. Hal ini untuk menjaga data seluruh penduduk Indonesia yang ada dalam database kependudukan nasional,” imbuh dia.[ald]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.